BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Perkembangan dan kemajuan industri, salah
satunya dapat kita lihat dengan adanya perkembangan dunia usaha yang semakin
pesat. Hal ini dapat terlihat dengan munculnya industri barang dan jasa.
Kemajuan sektor industri yang pesat menimbulkan tingkat persaingan usaha yang
ketat. Demikian juga untuk produk pakaian yang merupakan barang kebutuhan
primer bagi manusia.
Peningkatan taraf hidup dan gaya hidup
masyarakat yang sangat beragam sekarang ini, membuat perusahaan harus dapat
menciptakan produk yang kreatif serta inovatif dan mengikuti perkembangan
mode
saat ini, selain itu tentunya perusahaan harus melakukan kegiatan promosi untuk
memperkenalkan dan memasarkan produk tersebut.
Dalam usaha menentukan
langkah-langkah maju agar sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu untuk
memperoleh keuntungan semaksimal mungkin dengan potensi dan kemampuan yang
maksimal, salah satu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah
dengan melalukan kegiatan pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu bidang yang
harus diperhatikan demi keberhasilan perusahaan di samping kegiatan bidang
lainnya seperti produksi, personalia dan keuangan (budgeting).
Dalam bidang pemasaran berbagai masalah timbul selain
persaingan juga berkembangnya keanekaragaman produk, meningkatnya selera konsumen,
dan adanya produk baru yang dihasilkan, Untuk itu perusahaan dituntut untuk dapat menghadapi
dan menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Dalam menghadapi masalah yang
datang dari berbagai arah perusahaan harus dapat meningkatkan efektivitas
seluruh pengelolaan perusahaaan dalam menangani pemasaran produk. Kondisi seperti inilah yang pada akhirnya menyebabkan para
pelaku usaha semakin gencar berusaha untuk mencari solusi maupun program bisnis
yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan didalam bisnisnya.
Namun demikian, meskipun perusahaan
telah berusaha bersaing dan memberikan yang terbaik untuk konsumen belum tentu
dapat menjamin akan berhasilnya usaha pencapaian tujuan perusahaan, karena tiap
konsumen memiliki selera dan keinginan yang berbeda-beda. Maka dari itu setiap perusahaan
memiliki strategi pemasaran yang berbeda-beda, yang merupakan strategi terbaik disetiap
perusahaan. Dengan melakukan hal tersebut perusahaan dapat menarik minat,
ketertarikan, dan menggugah masyarakat untuk membeli produk barang atau jasa
yang dihasilkan perusahaan tersebut.
Promosi merupakan salah satu kegiatan yang penting
dalam manajemen pemasaran, karena promosi merupakan kegiatan perusahaan dalam
usahanya untuk berkomunikasi dengan konsumen. Dengan adanya komunikasi
diharapkan ada tanggapan dari konsumen atas produk yang ditawarkan. Tanggapan
ini oleh konsumen bisa dikategorikan dalam kesiapan pembeli, yaitu kesadaran,
pengetahuan, kegemaran, preferensi, keyakinan, dan pembelian.
CV. Anugerah Garment adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi pakaian jadi, dimana tingkat persaingan antara
produsen yang menjual produk sejenis sangat tinggi. Melihat bahwa ibu
kota Jakarta merupakan pangsa pasar sangat potensial bagi produk pakaian jadi dengan
tingkat persaingan antara produsen yang tinggi dengan
promosi yang baik, maka CV. Anugerah Garment selalu berusaha umtuk dapat
memuaskan dan memenuhi keinginan konsumen, sehingga tujuan perusahaan dapat
tercapai.
Batasan promosi dalam penelitian ini mencakup promosi
periklanan, personal selling, dan promosi penjualan dimana dalam
penelitian ini variable-variabel tersebut akan diuji tingkat hubungan dengan
volume penjualan pada CV. Anugerah Garment.
Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan untuk mencapai
laba yang maksimal, CV. Anugerah Garment berusaha meningkatkan volume
penjualannya dengan cara mempromosikan produknya melalui iklan dan cara-cara
promosi lainnya, seperti iklan di
koran dan radio.
Berdasarkan
latar belakang yang telah diuraikan diatas maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian dalam
bentuk
skripsi dengan judul “Pengaruh Promosi Terhadap keputusan pembelian pada CV. Anugerah Garment.”
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
pembatasan masalah, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.
Apakah
terdapat pengaruh promosi terhadap keputusan
pembelian?
2. Apakah terdapat keeratan hubungan antara promosi terhadap keputusan pembelian?
1.3 Tujuan
Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan
di atas, maka
penelitian ini dilakukan dengan tujuan sbb :
1. Untuk mengetahui pengaruh
promosi terhadap keputusan pembelian
2. Untuk mengetahui keeratan
hubungan antara promosi terhadap keputusan pembelian.
1.4
Kegunaan Penelitian
1.
Bagi
Perusahaan, Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam menentukan
kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan efektifnya biaya periklanan, personal
selling, promosi penjualan yang digunakan untuk meningkatkan volume
penjualan.
2. Bagi masyarakat / peneliti lain, Penelitian
ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam bentuk skripsi yang dapat
digunakan untuk menambah wawasan pengetahuan dalam mempelajari pengaruh
kegiatan promosi dalam pencapaian
tujuan peningkatan volume penjualan produk.
3. Bagi mahasiswa, Penelitian ini diharapkan sebagai sarana untuk
menerapkan teori-teori yang telah diperoleh selama kuliah dan menambah wawasan
serta pengetahuan tentang penerapannya di perusahaan.
1.5
Sistematika Penulisan
Untuk
memberikan gambaran sekilas mengenai isi skripsi, skripsi ini dibagi dalam 5 (lima)
bab dan masing-masing bab dibagi dalam beberapa sub bab dengan sistematika
sebagai berikut :
BAB
I : PENDAHULUAN, Bab ini menguraikan mengenai permasalahan yang akan
dibahas. Meliputi latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan
masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis penelitian, kegunaan
penelitian, ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB
II : KAJIAN PUSTAKA, Bab ini membahas secara umum mengenai landasan teori
yang digunakan, meliputi pengertian pemasaran, pengertian promosi,
faktor-faktor yang berhubungan dengan promosi, bauran promosi, tujuan promosi,
hubungan antara promosi terhadap peningkatan volume prnjualan dan kerangka
pemikiran.
BAB
III : METODE PENELITIAN, Bab ini menjelaskan mengenai sejarah umum perusahaan
, struktur organisasi perusahaan , rancangan penelitian , teknik pengambilan
sample, analisa data , pengujian validasi dan normalitas data, tahapan analisa
data (Uji T dan Uji F).
BAB
IV : HASIL PENELITIAN, Bab ini menyajikan deskripsi data, hasil penelitian dan interprestasi hasil penelitian yang telah
dilakukan.
BAB
V : PENUTUP, Bab
yang terakhir ini merupakan kesimpulan dari seluruh penjelasan bab-bab
sebelumnya dan saran-saran yang mungkin berguna bagi perusahaan.
BAB
II
LANDASAN
TEORI
2.1
Pengertian
Promosi
Menurut Kotler
and Keller (2000 : 101) promosi adalah suatu variabel dari marketing mix yang
penting dilaksanakan perusahaan dalam memasarkan produknya dengan mengiklankan
atau kegiatan lain yang tujuannya untuk mendorong terjadinya permintaan atas
produk. Menurut Mc.Charty & Perreal
(1995 : 64) promosi adalah komunikasi informasi antara penjual dan calon
pembeli atau pihak-pihak lain dalam saluran untuk mempengaruhi sikap dan
perilaku.
Promosi adalah
bentuk komunikasi pemasaran yang berupa aktivitas pemasaran yang berusaha
menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk dan mengingatkan pasar atas
perusahaan atau produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal kepada
produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono 2000 : 219).Promosi
merupakan salah satu variabel dari bauran pemasaran yang sangat penting, yang
dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk atau jasanya. Tanpa promosi keberadaan produk kurang
mendapat perhatian dari konsumen atau bahkan konsumen tidak tahu sama sekali
mengenai produk tersebut.
Hal ini sesuai
dengan pengertian promosi menurut Djaslim (2003 : 123) yaitu suatu komunikasi
informasi penjual dan pembeli yang bertujuan, yang tidak mengenal menjadi
mengenal sehingga menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut. Sedangkan menurut Buchari (1992 : 153)
promosi adalah kegiatan untuk menyampaikan informasi, berkomunikasi, dan
menyakinkan masyarakat terhadap produk yang ditawarkan.
Dari pengertian
promosi di atas dapat diartikan bahwa promosi merupakan komunikasi informasi
antara penjual dan pembeli yang bertujuan untuk menyampaikan informasi,
berkomunikasi, dan meyakinkan masyarakat terhadap suatu barang. Promosi juga adalah suatu bentuk komunikasi
dalam pemasaran yang bertujuan untuk menarik konsumen untuk menggunakan produk
kita. Promosi merupakan salah satu aspek yang penting dalam manjemen pemasaran
dan sering dikatakan sebagai “proses berlanjut”. Ini disebabkan karena promosi
dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya dari perusahaan.
Oleh karena itu
promosi merupakan salah satu variabel dari bauran pemasaran yang sangat penting
peranannya, dimana tanpa promosi keberadaan produk kita menjadi kurang mendapat
perhatian dari konsumen atau bahkan tidak tahu sama sekali mengenai produk
kita.
2.2
Bauran
Promosi
Suatu perusahaan didalam menentukan alat-alat promosi harus
memperhatikan komponen-komponen yang ada di dalam bauran promosi yang terdiri
dari 4 komponen, Djaslim (2006 : 128) yaitu :
a.
Advertising (Periklanan)
Periklanan
adalah segala bentuk penyajian dan promosi bukan pribadi menenai gagasan,
barang, atau jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu. Periklanan merupakan
salah satu dari empat alat penting yang digunakan suatu perusahaan untuk
melancarkan komunikasi persuasif terhadap pembeli dan masyarakat. Komunikasi
persuasif ini ditujukan untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan.
Tujuan
periklanan yang terutama adalah menjual atau meningkatkan penjualan barang,
jasa atau ide. Adanya kegiatan periklanan sering mengakibatkan terjadinya
penjualan dengan segera, meskipun banyak pula penjualan yang baru terjadi pada
waktu mendatang. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan tujuan periklanan
adalah untuk meningkatkan penjualan yang menguntungkan.
b.
Personal Selling (Penjualan Tatap Muka)
Dalam personal selling terjadi interaksi
secara langsung, saling bertemu muka antara pembeli dan penjual. Komunikasi
yang dilakukan kedua belah pihak bersifat individual dan dua arah, sehingga penjual dapat langsung
memperoleh tanggapan sebagai umpan balik tentang keinginan dan kesukaan
pembeli. Penyampaian berita atau percakapan yang mereka lakukan sangat
fleksibel karena dapat menyesuaikan dengan situasi yang ada.
c.
Publisitas (Publikasi)
Publisitas merupakan bagian dari fungsi yang
lebih luas, yaitu hubungan masyarakat dan meliputi usaha-usaha untuk
menciptakan dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan antara organisasi
dengn masyarakat dan juga dengan calon pembeli. Sedangkan definisi dari publisitas adalah
sejumlah informasi tentang seseorang, barang atau organisasi yang disebarkan ke
masyarakat melalui media tanpa dipungut baiya atau tanpa pengawasan dari
sponsor.
d.
Sales Promotion (Promosi Penjualan)
Promosi penjualan merupakan kegiatan promosi
selain periklanan, personal selling,
maupun publisitas. Kegiatan-kegiatan
yang termasuk dalam promosi penjualan antara lain : peragaan, pertunjukan
pameran, demontrasi dan sebagainya. Biasanya kegiatan ini dilakukan
bersama-sama dengan kegiatan promosi lain dan biayanya relatif lebih murah
dibandingkan periklanan dan personal selling. Selain itu promosi penjualan juga
lebih fleksibel karena dapat dilakukan setiap saat dengan biaya yang tersedia
dan dimana saja.
e.
Direct Marketing
Direct Marketing adalah suatu sistem pemasaran interaktif yang menggunakan
satu atau lebih media periklanan untuk respon yang terukur dan atau transaksi
dimanapun.
2.3
Tujuan Promosi
Beberapa tujuan
yang ingin
dicapai dalam melakukan promosi menurut Kotler dan Armstrong
(2002:631), diantaranya :
a.
Membangun kesadaran konsumen
Jika
sebagian besara udiens sasaran tidak menyadari obyek tersebut, tujuan promosi adalah membangun kesadaran, mungkin hanya pengenalan nama produk.
b.
Memberikan informasi kepada konsumen
Audiens sasaran mungkin telah memiliki kesadaran tentang perusahaan atau produk tetapi tidak menggetahui lebih banyak lagi. Sehingga bagian promosi dalam promosinya banyak mengandung informasi tentang produk.
c.
Menciptakan preferensi konsumen
Jika audiens sasaran mengetahui produk, pertanyaannya sekarang apakah konsumen suka atau tidak terhadap produk tersebut sehingga komunikator harus menemukan alasannya dan kemudian mengembangkan suatu kampanye komunikasi untuk mendorong perasaan suka.
d.
Meningkatkan dan menjaga preferensi konsumen
Kesukaan dalam arti lebih suka terhadap produk tertentu daripada terhadap produk lain.
e.
Meyakinkan konsumen.
Konsumen mungkin lebih menyukai suatu produk tertentu tetapi tidak menimbulkan keyakinan untuk membelinya. Tugas promosilah untuk meyakinkan bahwa produk yang ditawarkan benar-benar bias memberikan solusi bagi konsumen.
f.
Mendorong konsumen untuk membeli
Banyak audiens sasaran mungkin memiliki keyakinan tetapi tidak bermaksud untuk melakukan pembelian. Mereka mungkin menanti lebih banyak informasi atau merencanakan untuk bertindak kemudian. Komunikator harus mengarahkan konsumen agar mengambil langkah terakhir. Caranya dapat berupa menawarkan produk dengan harga rendah, menawarkan,
premi, atau memberikan kesempatan secara terbatas kepada pelanggan untuk mencoba.
2.4
Pengertian
Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian merupakan
kegiatan individu yang secara langsungterlibat dalam pengambilan keputusan
untuk melakukan pembelian terhadapproduk yang ditawarkan oleh penjual.
Pengertian keputusan pembelian, menurut Kotler dan Armstrong (2001: 226) adalah
tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar
membeli. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara
langsung terlibatdalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan. Ada tiga aktivitas yang berlangsung dalam
proses keputusan pembelianoleh konsumen menurut Hahn (2002:69) yaitu :
1.
Rutinitas konsumen dalam melakukan
pembelian.
2.
Kualitas yang diperoleh dari suatu
keputusan pembelian.
3.
Komitemen atau loyalitas konsumen yang
sudah biasa beli dengan produk pesaing.
2.5
Proses Keputusan Membeli
Sebuah keputusan
tidak mungkin dapat dibentuk begitu saja. Harus ada tahapan-tahapan yang mendahului
dalam proses pembuatan keputusan tersebut agar tidak terjadi penyesalan di
kemudian hari. Menurut Kotler (2000:204), tahap-tahap
yang dilewati pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati lima tahap,
yaitu:
1.
Pengenalan masalah
Proses membeli dimulai dengan
pengenalan masalah dimana pembeli mengenali adanya masalah atau kebutuhan. Pembeli merasakan perbedaan antara
keadaan nyata dan keadaan yang diinginkan.
2.
Pencarian informasi
Seorang konsumen yang sudah terkait
mungkin mencari lebih banyak informasi tetapi mungkin juga tidak. Bila dorongan
konsumen kuat dan produk yang dapat memuaskan ada dalam jangkauan, konsumen
kemungkinan akan membelinya. Bila tidak,
konsumen dapat menyimpan kebutuhan dalam ingatan atau melakukan pencarian
informasi yang berhubungan dengan kebutuhan tersebut.
Pengaruh relatif dari sumber informasi
ini bervariasi menurut produk dan pembeli. Pada umumnya, konsumen menerima
sebagian besar informasi mengenai suatu produk dari sumber komersial, yang
dikendalikan oleh pemasar. Akan tetapi, sumber paling efektif cenderung sumber
pribadi. Sumber pribadi tampaknya bahkan lebih penting dalam mempengaruhi
pembelian jasa. Sumber komersial biasanya memberitahu pembeli, tetapi sumber
pribadi membenarkan atau mengevaluasi produk bagi pembeli. Misalnya, dokter pada umumnya belajar
mengenai obat baru cari sumber komersial, tetapi bertanya kepada dokter lain
untuk informasi yang evaluatif.
3.
Evaluasi alternatif
Tahap dari proses keputusan membeli,
yaitu ketika konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merk alternatif
dalam perangkat pilihan. Konsep dasar tertentu membantu menjelaskan proses
evaluasi konsumen. Pertama, kita menganggap bahwa setiap konsumen melihat produk
sebagai kumpulan atribut produk. Kedua, konsumen akan memberikan tingkat arti
penting berbeda terhadap atribut berbeda menurut kebutuhan dan keinginan unik
masing-masing. Ketiga, konsumen mungkin akan mengembangkan satu himpunan
keyakinan merek mengenai dimana posisi setiap merek pada setiap atribut.
Keempat, harapan kepuasan produk total konsumen akan bervariasi pada tingkat
atribut yang berbeda. Kelima, konsumen sampai pada sikap terhadap merek berbeda
lewat beberapa prosedur evaluasi. Ada konsumen yang menggunakan lebih dari satu
prosedur evaluasi, tergantung pada konsumen dan keputusan pembelian.
Bagaimana konsumen mengevaluasi
alternatif barang yang akan dibeli tergantung pada masing-masing individu dan
situasi membeli spesifik. Dalam beberapa keadaan, konsumen menggunakan
perhitungan dengan cermat dan pemikiran logis. Pada waktu lain, konsumen yang
sama hanya sedikit mengevaluasi atau tidak sama sekali; mereka membeli
berdasarkan dorongan sesaat atau tergantung pada intuisi. Kadang-kadang
konsumen mengambil keputusan membeli sendiri; kadang-kadang mereka bertanya
pada teman, petunjuk bagi konsumen, atau wiraniaga untuk memberi saran
pembelian.
Pemasar harus mempelajari pembeli untuk
mengetahui bagaimana sebenarnya mereka mengevaluasi alternatif merek. Bila
mereka mengetahui proses evaluasi apa yang sedang terjadi, pemasar dapat
membuat langkah-langkah untuk mempengaruhi keputusan membeli.
4.
Keputusan Membeli
Dalam tahap evaluasi, konsumen membuat
peringkat merek dan membentuk niat untuk membeli. Pada umumnya, keputusan
membeli konsumen adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi dua faktor
dapat muncul antara niat untuk membeli dan keputusan untuk membeli. Faktor
pertama adalah sikap orang lain, yaitu pendapat dari orang lain mengenai harga,
merek yang akan dipilih konsumen. Faktor kedua adalah faktor situasi yang tidak
diharapkan, harga yang diharapkan dan manfaat produk yang diharapkan. Akan
tetapi peristiwa-peristiwa yang tak diharapkan bisa menambah niat pembelian.
5.
Tingkah Laku Pasca Pembelian
Tahap dari proses keputusan pembeli,
yaitu konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan pada
rasa puas atau tidak puas. Yang menentukan pembeli merasa puas atau tidak puas
dengan suatu pembelian terletak pada hubungan antara harapan konsumen dengan
prestasi yang diterima dari produk. Bila produk tidak memenuhi harapan,
konsumen merasa tidak puas, bila memenuhi harapan konsumen merasa puas, bila
melebihi harapan konsumen akan merasa puas.
Konsumen mendasarkan harapan mereka
pada informasi yang mereka terima dari penjual, teman dan sumber-sumber yang
lain. Bila penjual melebih-lebihkan prestasi produknya, harapan konsumen tidak
akan terpenuhi dan hasilnya ketidakpuasan. Semakin besar antara kesenjangan
antara harapan dan prestasi, semakin besar ketidakpuasan kosumen. Hal ini
menunjukkan bahwa pembeli harus membuat pernyataan yang jujur mengenai prestasi
produknya sehingga pembeli akan puas.
Menurut Kotler (2002:183), perilakuu pembelian
konsumen dipengaruhi oleh :
1.
Faktor
budaya, yang terdiri dari :
a.
Budaya, merupakan penentu keinginan dan
perilaku yang paling mendasar.
b.
Sub-budaya, masing-masing budaya
memiliki sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan lebih banyak ciri-ciri
sosialisasi khusus bagi anggotanya.
c.
Kelas sosial, adalah pembagian
masyarakat yang relative homogen dan permanent, yang tersusun secara hierarkis
dan anggotanya menganut nilai-nilai,minat dan perilaku yang sama.
2.
Faktor
Sosial, terdiri dari :
a.
Kelompok acuan, yaitu kelompok yang
memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau
perilaku seseorang.
b.
Keluarga
c.
Peran dan Status , dimana peran adalah
kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang dan masing-masing peran
tersebut menghasilkan status.
3.
Faktor
Pribadi, yang terdiri dari usia dan tahap siklus hidup;
pekerjaan dan lingkungan ekonomi; gaya hidup dan kepribadian dan konsep diri.
4.
Faktor
Psikologis, yang terdiri dari motivasi, persepsi,
pembelajaran,keyakinan dan sikap.
2.6
Hasil-hasil Penelitian Terdahulu
Rianawati (2005) pada penelitiannya
dengan judul “Analisis Pengaruh Faktor Dari Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Produk Aqua (Studi pada Masyarakat Desa Slimbung
Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri”, hasil analisis
didapatkan hasil uji hipotesis pertama bahwa variabel kebudayaan, sosial,
pribadi, dan psikologis secara simultan
atau bersama-sama mempengaruhi keputusan konsumen dalam mengkonsumsi produk air
minum merek Aqua dapat diterima atau teruji. Hasil
hipotesis kedua menunjukkan bahwa faktor psikologis secara parsial berpengaruh
signifikan dan dominan terhadap keputusan mengkonsumsi produk air minum merek
Aqua.
Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Rizwar (2010) mengenai “Analisis
Pengaruh Lokasi, Promosi dan Kualitas Layanan Terhadap Keputusan Membeli di Warnet
(Warung Internet) XYZ Jl.Singosari Semarang)” hasil penelitiannya adalah bahwa
secara keseluruhan baik variabel lokasi, promosi, dan kualitas layanan hasilnya
adalah terdapat pengaruh positif dan cukup signifikan terhadap keputusan
pembelian.
Penelitian yang dilakukan oleh Arya (2009), dengan
variabel yang diteliti antara lain : Citra merek, Harga, dan Kualitas Layanan
yang diberikan kepada konsumen. Dari hasil analisis diketahui bahwa secara keseluruhan
baik variabel Citra merek, Harga, dan Kualitas Layanan mempunyai pengaruhpositif
terhadap keputusan pembelian pada Y internet.
Penelitian yang
dilakukan oleh Heri (2006) mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi
konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk mie instan merek sedaap (Studi Pada Mahasiswa Fakultas
Ekonomi Unmer Malang) hasilnya
adalah bahwa faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis secara
bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk mie instan merk
Sedaap.
2.7
Kerangka Pemikiran
Untuk memudahkan
pemahaman mengenai keseluruhan rangkaian penelitian ini, maka disusunlah
kerangka pikir penelitian sebagai berikut :
|
Promosi
(X)
|
|
Keputusan Pembelian
(Y)
|
Gambar
2.1
Kerangka pemikiran
Pada penelitian ini,
variabel promosi mewakili variabel x yang merupakan variabel independent atau
variabel bebas akan diuji apakah mempunyai pengaruh atau tidak terhadap
variabel keputusan pembelian yang mewakili variabel y sebagai variabel
dependent (variabel terikat).
METODE PENELITIAN
3.1. Desain Penelitian
Jenis penelitian
ini adalah pengujian hipotesis, penelitian yang bertujuan untuk menguji
hipotesis merupakan penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan
antar-variabel. Dalam penelitian ini tipe hubungan antar-variabelnya adalah
hubungan korelasional (asosiasi). Sedangkan berdasarkan kondisi lingkungan
penelitian dan tingkat keterlibatan peneliti, penelitian ini dapat
diklasifikasikan sebagai penelitian studi lapangan. Penelitian studi lapangan
merupakan tipe penelitian yang menguji hubungan korelasional antar-variabel
dengan kondisi lingkungan penelitian yang natural dan tingkat keterlibatan
peneliti yang minimal. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah
tingkat individual, yaitu CV. Anugerah Garment.
3.2. Obyek Penelitian dan Sampel
Penelitian
Obyek penelitian
ini adalah CV. Augerah Garment, sedangkan yang menjadi sampel dari obyek penelitian adalah customer CV. Anugerah Garment sebanyak 40 (empat puluh) orang pada bulan Agustus 2012.
3.3. Data
penelitian dan Defenisi Operasional Variabel
a. Data
penelitian
Penelitian
dilaksanakan pada bulan Agustus 2012 s.d. Oktober 2012. Sebanyak 40 orang customer
yang menjadi responden penelitian ini. Menurut
cara memperolehnya, penelitian ini termasuk ke dalam data primer. Data primer
adalah data yang diperoleh secara langsung dari CV. Anugerah Garment dengan menggunakan
kuesioner.
b. Operasional
variabel
Secara operasional variable perlu didefinisikan yang bertujuan untuk menjelaskan makna variable
penelitian. Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberikan
petunjuk bagimana variabel itu diukur.
Berdasarkan
pokok permasalahan dan hipotesis, maka variabel yang dianalisis dapat dibedakan
menjadi dua yaitu:
1. Variabel Bebas (Independent Variabel)
Variabel
bebas yaitu variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain. Variabel
ini sering disebut variabel penyebab karena jika variabel bebas ada
bersama-sama dengan variabel lain yang tidak bebas, maka variabel yang tidak
bebas akan berubah dalam variasinya.
Promosi (X)
merupakan salah satu
kegiatan yang penting dalam manajemen pemasaran, karena promosi merupakan
kegiatan perusahaan dalam usahanya untuk berkomunikasi dengan konsumen. Dengan
adanya komunikasi diharapkan ada tanggapan dari konsumen atas produk yang
ditawarkan. Tanggapan ini oleh konsumen bisa dikategorikan dalam kesiapan
pembeli, yaitu kesadaran, pengetahuan, kegemaran, preferensi, keyakinan, dan
pembelian.
2. Variabel Terikat (Dependent Variabel )
Variabel terikat adalah variabel yang
dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel
terikat adalah Tingkat Produksi. Variabel Terikat (Y) Keputusan pembelian merupakan kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk
melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh penjual. Pengertian
keputusan pembelian, menurut Kotler & Armstrong (2001: 226) adalah tahap
dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar
membeli. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara
langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan.
3.4. Instrumen
Penelitian
Instrumen
yang digunakan adalah kuisioner berupa daftar pertanyaan yang disusun
berdasarkan indikator-indikator dalam variabel yang akan diteliti. Daftar
pertanyaan tersebut
disebarkan kepada responden untuk diisi dan dikembalikan sesuai jadwal yang
sudah ditentukan.
Penelitian
ini menggunakan skala pengukuran likert. Skala ini digunakan untuk mengukur
sikap, pendapat dan persepsi terhadap seseorang atau kelompok orang tentang
fenomena sosial. Dalam penelitian ini telah ditetapkan secara spesifik oleh
peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.
Dengan skala likert, variabel yang diukur
dijabarkan menjadi sub variabel. Kemudian sub variabel dijabarkan menjadi
komponen yang dapat terukur. Komponen yang dapat terukur ini kemudian dijadikan
sabagai titik tolak untuk menyusun item instrumen yang dapat berupa pertanyaan
kemudian dijawab oleh responden. Jawaban setiap item instrumen ini di beri
nilai, sebagai berikut:
Luas lingkup pernyataan
berkisar pada kegiatan perusahaan dengan faktor-faktor variabelnya yaitu Promosi
dan Keputusan Pembelian.
3.5 Lokasi
Penelitian
CV.
Anugerah Garment sebagai obyek penelitian pada skripsi ini berlokasi di Kompleks
Jembatan Dua, Jl. Jembatan Gambang II No. 40 Jakarta Utara.
3.6. Analisis Data
a. Uji Kualitas Data
1) Uji Validitas
Uji validitas digunakan
untuk mengukur sah (valid) atau
tidaknya suatu kuesioner. Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan dengan
mengukur korelasi antar skor pada setiap butir (item) berdasarkan atas jawaban setiap responden dan skor total
jawaban setiap responden, item pada kuesioner disebut valid jika koefisien
korelasinya positif dan signifikan.
Untuk menguji validitas
data menurut Sugiyono (2005 : 272) dapat digunakan rumus product moment
pearson sebagai berikut :
r
xy = 

Keterangan
:
r = koefisien korelasi
n = jumlah sampel
X =
skor butir kuesioner
Y = skor total butir kuesioner
Kriteria
uji : Jika rxy > r tabel,
maka butir kuesioner valid
2) Uji Reliabilitas
Reliabel
berarti informasi yang diberikan melalui beberapa indikator (daftar pertanyaan)
tidak berbeda sebagai hasil karakteristik tujuan indikator, instrumen atau
pengukuran.
Untuk pengujian
reliabilitas ini penulis menggunakan metode belah dua (split-half method).
Metode belah dua adalah suatu metode yang dilakukan dengan cara mengkorelasikan
antara total skor pada item pertanyaan yang ganjil dengan total skor pada
pertanyaan yang genap. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian menggunakan rumus
Spearman Brown seperti dibawah ini :
(1
+ r ½ ½)
Keterangan :
R20
= korelasi antara skor-skor
belahan test
r ½ ½ =
koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan.
Kriteria uji : r20 > 0,78, maka
reliabel.
b.
Uji Bias Kuesioner
Uji normalitas data yang dilakukan adalah Kolmogorov-Smirnov
Goodness of Fit Test dengan tingkat signifikansi 5%. Pengujian ini
digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel pada model matematis
mempunyai distribusi normal atau tidak normal. Data dikatakan terdistribusi
normal jika angka probabilitas lebih dari 0,05. Namun asumsi normalitas untuk
menggunakan analisis regresi tidak terlalu kritis bila data observasi mencapai
100 atau lebih karena berdasarkan Dalil Limit Pusat (Central Limit Theory) dari
sampel yang besar dapat dihasilkan statistik sampel yang mendekati distribusi
normal.
5.
Pengujian Hipotesis
a. Analisis
Korelasi Sederhana
Untuk mengetahui hubungan dua variabel apakah
positif atau negatif antara variabel Y dengan X, maka digunakan analisis
korelasi sederhana, berikut rumus yang dapat digunakan untuk menghitung kedua
variabel tersebut yaitu :
n (Ã¥ XY) – ( Ã¥ X )( Ã¥Y )
(Korelasi antara X dan Y)
Keterangan :
R = Koefisien korelasi
n = Jumlah sampel
X = Promosi
Y = Peningkatan Penjualan
Untuk dapat
menentukan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan besar atau
kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel sandard
koefisien korelasi sebagai berikut
:
Tabel 3
Standard
Kekuatan Koefisien Korelasi
Interval Koefisien
|
Tingkat Hubungan
|
0,00 – 0,199
|
Sangat Rendah
|
0,20 – 0,399
|
Rendah
|
0,40 – 0,599
|
Sedang
|
0,60 – 0,799
|
Kuat
|
0,80 – 1,000
|
Sangat Kuat
|
Sumber: Sugiyono,
Statistik Untuk Penelitian, 2005
b. Analisis
Regresi Sederhana
Hubungan
linier dapat dinyatakan sebagai berikut :.
Ŷ = a + bx + €
Keterangan:
Y = Peningkatan Penjualan
a = Intercept
b = Koefisien Regresi
X = Promosi
€ = Error
Term
Untuk menghitung nilai a,dan b, kita pergunakan metode kuadrat terkecil (last square method) yang menghasilkan
persamaan normal sebagai berikut :
∑Y = an
+ b ∑ X
c. Pengujian
Hipotesis
Hubungan Promosi (X) dengan peningkatan penjualan (Y) :
Ho:
, yaitu tidak ada hubungan Promosi (X) dengan peningkatan penjualan (Y)
Ha :
, yaitu ada hubungan Promosi (X) dengan peningkatan penjualan (Y)
Statistik
uji : 

Keterangan:
t0 =
Statistik Hitung
r = Koefisien Korelasi
n = Jumlah Sampel
Kriteria Uji :
thitung > ttabel : signifikan Ho ditolak
dengan asumsi ttabel = t (a/2) ; (n-2)
Uji
Signifikansi Parameter Regresi
Regresi Y terhadap
X
Ho : β1 = 0, tidak ada pengaruh Promosi (X) Terhadap peningkatan penjualan (Y)
Ha : β1 ≠ 0, ada pengaruh Promosi (X) Terhadap peningkatan penjualan (Y)
bi
Sbi
Keterangan:
t0 = Statistik
Hitung
bi = Koefisien
regresi
Sbi = Simpangan
Baku
Kriteria
Uji :
t hitung
> t tabel : signifikan Ho ditolak
t hitung < - t tabel : signifikan Ho ditolak
Dengan
asumsi t tabel :t (α/2); (n-1)
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1
Gambaran Umum Perusahaan
CV. Anugerah garment
berlokasi dijalan jembatan gambang II No: 40 didirikan pada tahun 1999, dan bergerak dibidang produksi
kaos-kaos promosi.
Produk-produk yang dihasilkan sesuai
dengan permintaan dari custumer yang bersangkutan artinya produk yang akan
diproduksi telah dikonsultasikan terdahulu. CV.Anugerah
garment memiliki 2 orang yang bertugas untuk bagian
pemotongan bahan serta 3 orang kurir pada pengiriman barang hasil produksi kepada
seluruh custumer. Untuk
pengiriman barang keluar kota atau ke luar pulau biasanya memakai jasa expedisi
menurut daerah tujuan masing-masing, sedangkan untuk daerah jabodetabek
biasanya barang akan dikirim langsung ketempat tujuan.
4.2
Sejarah Singkat Tentang Perusahaan
Awal mula CV.
Anugerah garment sebelum berdiri sang pemilik telah mendirikan sebuah usaha
dagang dengan nama L&C promotion supplier pada tahun 1999 yang bergerak dibidang yang sama yaitu
garment, hingga pada januari 2011 berganti nama menjadi CV. Anugerah Garment.
4.3
Struktur Organisasi
Dalam setiap
kegiatan atau usaha yang melibatkan banyak orang, maka organisasi merupakan
salah satu penunjang lancarnya usaha untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Organisasi yang baik dan jelas pembagian tanggung jawab masing –
masing bagian akan memberikan efisiensi dan efektivitas masing – masing unsur
organisasi tersebut.
Struktur
organisasi pada CV.Anugerah garment sangat
sederhana, berikut ini adalah struktur organisasi pada CV.Anugerh garment dan
masing-masing tugasnya:
a.
Direktur
CV.Anugerah
garment memiliki 1 orang direktur, yang memiliki wewenang mengatur keuangan dan kelancaran pembayaran
konsumen, serta mengatur supply barang dan kelancaran pengiriman barang.
b.
Marketing
CV.Anugerah
garment memilki 2 orang marketing yang bertugas
mempromosikan dan menerima pesanan
dari seluruh custumer.
c.
Kurir
CV.Anugerah
garment memiliki 2 orang kurir yang bertugas sebagai pelaksana pengambilan
barang yang telah selesai diproduksi, serta bertindak sebagai pengiriman barang
kepada seluruh custumer dimana kedua-duanya meliki tugas dan peran yang sama.
d.
Produksi
CV.Anugerah
garment memiliki 32 orang
pada bagian produksi, yang memiliki tugas berbeda-beda;
-
pada bagian
pemotongan ada 2 orang dengan tugas memotong bahan dasar kain menjadi pola
kaos.
-
Pada bagian
jahit serta pengepakan terdapat 30 orang dimana mereka sudah memiliki tugasnya
masing-masing.
4.4
Deskripsi Responden
Penelitian
Untuk mengukur tingkat pengaruh promosi terhadap keputusan
pembelian pada CV.Anugerah garment penulis
meneliti hasil kuesioner berdasarkan jenis kelamin, usia, status pernikahan,
pendidikan, serta pekerjaan.
a.
Berdasarkan
jenis kelamin
Data tentang jumlah responden berdasarkan jenis
kelamin dapat dilihat dalam tabel.4.1 berikut :
Tabel
4.1
Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
|
|||||
Frequency
|
Percent
|
Valid Percent
|
Cumulative Percent
|
||
Valid
|
LAKI-LAKI
|
20
|
50,0
|
50,0
|
50,0
|
PEREMPUAN
|
20
|
50,0
|
50,0
|
100,0
|
|
Total
|
40
|
100,0
|
100,0
|
||
Sumber : Olahan
Penulis, 2012
Dari tabel diatas terlihat bahwa dari 40 orang responden, laki-laki dan
perempuan sama banyaknya. Laki-laki dan perempuan ada sebanyak masing-masing 20
orang (masing-masing 50%).
b.
Karakter
sampel berdasarkan usia
Data tentang jumlah responden
berdasarkan usia dapat dilihat dalam tabel 4.2 berikut :
Tabel 4.2
Jumlah Responden Berdasarkan Usia
Frequency
|
Percent
|
Valid Percent
|
Cumulative Percent
|
||
Valid
|
17-23 TAHUN
|
13
|
32,5
|
32,5
|
32,5
|
24-30 TAHUN
|
10
|
25,0
|
25,0
|
57,5
|
|
31-37 TAHUN
|
10
|
25,0
|
25,0
|
82,5
|
|
38-44 TAHUN
|
4
|
10,0
|
10,0
|
92,5
|
|
45-51 TAHUN
|
3
|
7,5
|
7,5
|
100,0
|
|
Total
|
40
|
100,0
|
100,0
|
||
Sumber : Olahan
Penulis 2012
Dalam tabel
diatas dapat dilihat bahwa pada 40 responden rentang usia 17-23 tahun lebih
mendominasi dengan jumlah 13 orang (32,5%)
c.
Karakter
sampel berdasarkan status pernikahan
Data tentang jumlah responden berdasarkan
status pernikahan dapat dilihat dalam tabel 4.3 berikut :
Tabel 4.3
Jumlah Responden Berdasarkan Status
Pernikahan
Frequency
|
Percent
|
Valid Percent
|
Cumulative Percent
|
||
Valid
|
MENIKAH
|
23
|
57,5
|
57,5
|
57,5
|
BELUM MENIKAH
|
17
|
42,5
|
42,5
|
100,0
|
|
Total
|
40
|
100,0
|
100,0
|
||
Sumber:
Olahan Penulis 2012
Dalam tabel terlihat bahwa dari 40 responden status menikah lebih dominan
daripada yang belum menikah dengan perbandingan 23 orang (23%) untuk yang
menikah dan 17 orang (17%) yang belum menikah
d.
Karakter
sampel berdasarkan pendidikan
Data
tentang jumlah responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat dalam tabel 4.4 berikut :
Tabel 4.4
Jumlah Responden Berdasarkan Pendidikan
Frequency
|
Percent
|
Valid Percent
|
Cumulative Percent
|
||
Valid
|
SD
|
3
|
7,5
|
7,5
|
7,5
|
SMP
|
9
|
22,5
|
22,5
|
30,0
|
|
SMU
|
15
|
37,5
|
37,5
|
67,5
|
|
PERGURUAN TINGGI
|
13
|
32,5
|
32,5
|
100,0
|
|
Total
|
40
|
100,0
|
100,0
|
||
Sumber : Olahan Penulis 2012
Dalam tabel terlihat dari 40 responden pada tingkat pendidikan smu lebih
banyak dengan 15 orang atau (37,5%).
e.
Karakter
sampel berdasarkan jabatan
Data tentang jumlah responden
berdasarkan jabatan dapat dilihat dalam tabel 4.3 berikut :
Tabel 4.5
Jumlah Responden
Berdasarkan jabatan
Frequency
|
Percent
|
Valid Percent
|
Cumulative Percent
|
||
Valid
|
STAFF
|
15
|
37,5
|
37,5
|
37,5
|
SUPERVISOR
|
5
|
12,5
|
12,5
|
50,0
|
|
MANAGER
|
4
|
10,0
|
10,0
|
60,0
|
|
DIREKTUR
|
1
|
2,5
|
2,5
|
62,5
|
|
LAINNYA
|
15
|
37,5
|
37,5
|
100,0
|
|
Total
|
40
|
100,0
|
100,0
|
||
Sumber : olahan
penulis 2012
Terlihat dalam tabel
dari 40 responden jenis pekerjaan sebagai staff dan lainnya memiliki jumlah
reponden yang sama banyak yaitu masing-masing 15 orang (37,5%)
4.5
Deskripsi Data Penelitian
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh promosi (X)
berpengaruh terhadap keputusan
pembelian (Y). Variabel
dependen dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian,
sedangkan variabel independen adalah pengaruh promosi. Berdasarkan tabel 4.4 dibawah ini menunjukkan nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata – rata
dan standar deviasi dari data. Hal ini secara ringkas terdapat pada Tabel 4.6 berikut:
Tabel 4.6
Deskripsi Statistik pengaruh Promosi terhadap keputusan
pembelian
Statistics
|
|||
PROMOSI
|
KEPUTUSAN PEMBELIAN
|
||
N
|
Valid
|
40
|
40
|
Missing
|
0
|
0
|
|
Mean
|
28,80
|
28,28
|
|
Std. Error of Mean
|
,733
|
,849
|
|
Median
|
30,00
|
29,50
|
|
Mode
|
30
|
32
|
|
Std. Deviation
|
4,637
|
5,368
|
|
Variance
|
21,497
|
28,820
|
|
Range
|
18
|
24
|
|
Minimum
|
20
|
15
|
|
Maximum
|
38
|
39
|
|
Sum
|
1152
|
1131
|
|
Sumber : Data diolah dari SPSS 20
Berdasarkan
table 4.6 dapat disimpulkan bahwa dari 40 responden promosi (X) dan keputusan pembelian (Y) pada CV. Anugerah Garment yang diambil oleh peneliti diketahui nilai minimum promosi(X) 20, keputusan
pembelian (Y) 15. Nilai maximum promosi
(X) 38, keputusan pembelian (Y) 39 . Nilai rata-rata atau
mean promosi (X) 28,80, keputusan pembelian(Y) 28,28. Dari nilai minimum dan maximum diatas dapat diketahui bahwa promosi
(X) memiliki hubungan positif (searah) dengan volume penjualan (Y), artinya
apabila promosi mengalami kenaikan maka keputusan pembelian juga akan mengalami kenaikan.
4.6
Uji Kualitas Data
Untuk mengawali proses
penelitian dimana setelah kuesioner di kumpulkan dan di susun berdasarkan
tabulasi maka perlu dilakukan uji pendahuluan atau pengujian instrumen, hal ini
dipandang penting dimana bila item yang disusun dinyatakan tidak valid maka
instrumen tersebut dibatalkan atau dikeluarkan dalam proses penelitian
selanjutnya. Pengujian pendahuluan terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap awal
di lakukan pengujian validitas dan kedua uji reliabilitas dan ketiga uji
normalitas data dengan susunan sebagai berikut :
a.
Uji Validitas
Uji validitas dalam penelitian digunakan untuk mengukur sah atau valid
tidaknya suatu kuesioner. Jadi, semakin tinggi validitas suatu alat ukur, semakin
tepat alat ukur tersebut mengenai sasaran. Sedangkan suatu indikator dikatakan
valid, apabila dengan n = 40 dan α = 0,05, diperoleh r tabel = 0,339 memenuhi ketentuan menurut Arikunto (2006:184) yaitu jika hasil r hitung > r tabel maka dapat dikatakan valid.
1) Promosi (X)
Tabel 4.7
Validitas Variabel Promosi (X)
Korelasi Antara
|
Nilai
|
Probabilitas
|
|
Korelasi
|
sig. (2-tailed)
|
Kesimpulan
|
|
(Pearson Corellation)
|
|||
Item X ke 1 Dengan Total
|
0,610
|
0
|
Valid
|
Item X ke 2 Dengan Total
|
0,516
|
0,001
|
Valid
|
Item X ke 3 Dengan Total
|
0,610
|
0
|
Valid
|
Item X ke 4 Dengan Total
|
0,516
|
0.001
|
Valid
|
Item X ke 5 Dengan Total
|
0,789
|
0
|
Valid
|
Item X ke 6 Dengan Total
|
0,674
|
0
|
Valid
|
Item X ke 7 Dengan Total
|
0,789
|
0
|
Valid
|
Item X ke 8 Dengan Total
|
0,674
|
0
|
Valid
|
Sumber : Pengolahan Data Dengan Program SPSS 20.0
Hasil analisis validitas variabel biaya promosi (X) yang valid karena r hitung > 0,339. Hal ini menunjukan bahwa 8 pertanyaan untuk variabel biaya promosi (X) dinyatakan valid.
2)
Keputusan pembelian (Y)
Tabel 4.8
Validitas Variabel Keputusan Pembelian (Y)
Korelasi Antara
|
Nilai
|
Probabilitas
|
|
Korelasi
|
sig. (2-tailed)
|
Kesimpulan
|
|
(Pearson Corellation)
|
|||
Item Y ke 1 Dengan Total
|
0,592
|
0
|
Valid
|
Item Y ke 2 Dengan Total
|
0,844
|
0
|
Valid
|
Item Y ke 3 Dengan Total
|
0,666
|
0
|
Valid
|
Item Y ke 4 Dengan Total
|
0,843
|
0
|
Valid
|
Item Y ke 5 Dengan Total
|
0,633
|
0
|
Valid
|
Item Y ke 6 Dengan Total
|
0,805
|
0
|
Valid
|
Item Y ke 7 Dengan Total
|
0,805
|
0
|
Valid
|
Item Y ke 8 Dengan Total
|
0,686
|
0
|
Valid
|
Sumber : Pengolahan Data Dengan Program SPSS 20 .0
Hasil analisis validitas variabel keputusan
pembelian (Y) , hasilnya menunjukkan bahwa 8 pertanyaan untuk
variabel volume penjualan (Y) dinyatakan valid.
b.
Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk
mengetahui apakah instrumen atau indikator yang digunakan dapat dipercaya atau
handal sebagai alat ukur variabel, apabila nilai cronbach’s alpha (α)
suatu variabel lebih atau sama dengan 0,60 maka indikator yang digunakan oleh
variabel tersebut reliabel, sedangkan nilai cronbach’s alpha (α) suatu variabel
< 0,60 maka indikator yang digunakan oleh variabel tersebut tidak reliabel.
Hasil uji reliabilitas adalah sebagai berikut:
1) Biaya Promosi (X)
Tabel 4.9
Hasil Uji Reliabilitas Promosi (X)
Reliability
Statistics
|
||
Cronbach's Alpha
|
Cronbach's Alpha Based
on Standardized Items
|
N of Items
|
,802
|
,803
|
8
|
Sumber : Pengolahan Data
Dengan Program SPSS 20.0
Analisis dalam tabel diatas menunjukan bahwa nilai
cronbach’s alpha adalah 0,802 untuk masing-masing variabel lebih besar dari 0.60. Hal ini berarti bahwa biaya promosi (x) yang telah diuji adalah
benar-benar realiabel atau handal untuk dipergunakan dalam penelitian.
2) keputusan
pembelian (Y)
Tabel 4.10
Hasil Uji Reliabilitas Volume Penjualan (Y)
Reliability
Statistics
|
||
Cronbach's Alpha
|
Cronbach's Alpha
Based on Standardized Items
|
N of Items
|
,879
|
,882
|
8
|
Analisis dalam tabel diatas menunjukan bahwa nilai
cronbach’s alpha adalah 0,879 untuk masing-masing variabel lebih besar dari 0.60. Hal ini berarti bahwa keputusan pembelian (y) yang telah diuji
adalah benar-benar realiabel atau handal untuk dipergunakan dalam penelitian.
4.7
Analisa Korelasi Antar Variabel
a.
Korelasi Sederhana
Tabel 4.11
Deskripsi Data Penelitian Dengan
Menggunakan SPSS
Untuk
Correlations
Correlations
|
|||
KEPUTUSAN PEMBELIAN
|
PROMOSI
|
||
Pearson Correlation
|
KEPUTUSAN PEMBELIAN
|
1,000
|
,729
|
PROMOSI
|
,729
|
1,000
|
|
Sig. (1-tailed)
|
KEPUTUSAN PEMBELIAN
|
.
|
,000
|
PROMOSI
|
,000
|
.
|
|
N
|
KEPUTUSAN PEMBELIAN
|
40
|
40
|
PROMOSI
|
40
|
40
|
|
Sumber : Hasil
Olahan Data Dengan Menggunakan Program SPSS 20.0
Nilai
koefisien korelasi antara biaya
promosi (X) dengan
volume penjualan (Y) adalah sebesar 0.729. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang
positif dan searah antara biaya promosi (X)
dengan volume
penjualan (Y).
b.
Koefisien Determinasi
Tabel 4.12
koefisien determinasi
Model Summaryb
|
|||||
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the Estimate
|
Durbin-Watson
|
1
|
,729a
|
,531
|
,518
|
3,726
|
1,929
|
a. Predictors:
(Constant), PROMOSI
|
|||||
b. Dependent
Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN
|
|||||
Pada tabel diatas, nilai R square sebesar
0,531 (53,14%) dikatakan baik karena diatas 0,5 ( Rsquare berkisar 0-1). Hal
ini berarti bahwa naik turunnya volume penjualan (Y)
disebabkan oleh biaya promosi (X) sebesar 53,14 % sedangkan (100 % - 53,14 % = 46,86 %) lainnya
disebabkan oleh faktor – faktor lain.
4.8. Analisis Regresi
a.
Regresi sederhana
Tabel 4.13
Hasil Perhitungan regresi sederhana
(XY)
ANOVAa
|
||||||
Model
|
Sum of Squares
|
df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
|
1
|
Regression
|
596,531
|
1
|
596,531
|
42,977
|
,000b
|
Residual
|
527,444
|
38
|
13,880
|
|||
Total
|
1123,975
|
39
|
||||
a. Dependent Variable:
KEPUTUSAN PEMBELIAN
|
||||||
b. Predictors: (Constant),
PROMOSI
|
||||||
Sumber : Pengolahan Data Dengan Program
SPSS 20.0
Dari uji Anova atau Ftest didapat Fhitung adalah 42,977 dengan tingkat signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi volume penjualan (Y) dan biaya
promosi (X)
Tabel 4.14
Hasil Perhitungan regresi sederhana (XY)
Coefficientsa
|
||||||||
Model
|
Unstandardized Coefficients
|
Standardized Coefficients
|
t
|
Sig.
|
Collinearity Statistics
|
|||
B
|
Std. Error
|
Beta
|
Tolerance
|
VIF
|
||||
1
|
(Constant)
|
3,982
|
3,752
|
1,061
|
,295
|
|||
PROMOSI
|
,844
|
,129
|
,729
|
6,556
|
,000
|
1,000
|
1,000
|
|
a. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN
|
||||||||
Sumber : Pengolahan Data Dengan Program SPSS
20.0
Dari tabel
diatas maka persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
y = 3,982 + 0,844 x
+ €
Dengan
nilai konstanta 3,982 apabila variabel biaya promosi (x) berubah maka
keputusan (y) akan berubah. Apabila biaya promosi (x) meningkat, maka nilai
keputusan pembelian (y) juga meningkat sebesar 0,844. Sebaliknya jika biaya promosi
(x) menurun, maka nilai keputusan pembelian (y) menurun sebesar 0,844.
b.
Uji Hipotesis
Pengujian hubungan antara biaya
promosi (x), terhadap keputusan pembelian (y):
H0 : tidak terdapat hubungan antara
biaya promosi (x) terhadap keputusan pembelian (Y)
Ha : terdapat hubungan antara biaya
promosi (x) terhadap keputusan pembelian (Y)
Dari tabel 4.14 diatas terlihat bahwa Koefisien regresi volume penjualan memiliki t hitung sebesar 6,556 memiliki probabilitas (sig.)
0.000, karena t hitung
lebih besar dari nilai tabel
yang digunakan dalam penelitian atau 6,556 > 2,042
sehingga tolak hipotesis nol (H0) atau menerima
hipotesis alternatif (Ha). Dengan
itu dapat diambil kesimpulan
bahwa biaya promosi berpengaruh
positif dan signifikan
terhadap volume penjualan.
BAB
V
PENUTUP
5.1
Kesimpulan
Dari data dan hasil
analisis yang diperoleh dari penelitian ini,maka penulis dapat menyimpulkan
beberapa hal sebagai berikut :
1.
Hasil
statistik deskriptif yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan kategori
jenis kelamin laki-laki dan perempuan masing-masing sebesar 50%, berdasarkan
kategori usia 17-23 tahun sebesar 32,5%, berdasarkan status pernikahan sebesar
23% yang menikah, berdasarkan tingkat pendidikan 37,5% pendidikan terakhir SMU,
dan berdasarkan pekerjaan sebesar 37,5% untuk pekerjaan sebagai staff dan
lainnya.
2.
Hasil uji
validitas dan reabilitas atas semua variabel dalam penelitian ini telah valid
dan reliabel.
3.
Uji korelasi
Y-X, yaitu untuk mengetahui pengaruh
promosi (x) terhadap keputusan pembelian (Y) dengan membandingkan t hitung sebesar 6,556 dengan nilai
t tabel yaitu sebesar 2,042 menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel sehingga tolak hipotesis nol (H0) atau menerima hipotesis alternatif (Ha).
Dengan itu dapat
diambil kesimpulan Terdapat
pengaruh positif dan signifikan antara promosi
terhadap keputusan pembelian.
5.2
Keterbatasan Penelitian
Adapun keterbatasan penelitian dalam
penyusunan skripsi ini adalah
1.
Data yang
digunakan hanya terbatas pada data promosi dan keputusan pembelian CV. Anugerah
Garment saja sehingga hasil analisis tidak dapat digeneralisasikan pada
perusahaan lain.
2.
Data yang
diteliti hanya dibatasi pada data promosi (X) saja sedangkan faktor-faktor yang
mempengaruhi keputusan pembelian (Y) tidak hanya terbatas pada promosi (X).
5.3
Saran – Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang
telah dilakukan,maka penulis mencoba memberikan beberapa saran yang mungkin
bermanfaat bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usahanya dimasa yang
akan datang, yaitu:
1.
Diharapkan
penelitian berikutnya menambah variabel lain diluar penulis lakukan.
2.
Diharapkan
hasil penelitian ini sebagai bahan referensi bagi penelitian berikutnya
3.
Kuesioner
penelitian sebaiknya diberikan langsung kepada pelanggan dan tidak dititipkan
melalui teman atau kurir agar yang bersangkutan menyakini bahwa kuesioner telah
diisi sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan.

Posting Komentar