Latest Post :
Post Terbaru
Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label skripsi. Tampilkan semua postingan

Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Pembelian


  BAB I
PENDAHULUAN
1.1           Latar Belakang Masalah

Perkembangan dan kemajuan industri, salah satunya dapat kita lihat dengan adanya perkembangan dunia usaha yang semakin pesat. Hal ini dapat terlihat dengan munculnya industri barang dan jasa. Kemajuan sektor industri yang pesat menimbulkan tingkat persaingan usaha yang ketat. Demikian juga untuk produk pakaian yang merupakan barang kebutuhan primer bagi manusia.
Peningkatan taraf hidup dan gaya hidup masyarakat yang sangat beragam sekarang ini, membuat perusahaan harus dapat menciptakan produk yang kreatif serta inovatif dan mengikuti perkembangan mode saat ini, selain itu tentunya perusahaan harus melakukan kegiatan promosi untuk memperkenalkan dan memasarkan produk tersebut.
Dalam usaha menentukan langkah-langkah maju agar sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin dengan potensi dan kemampuan yang maksimal, salah satu yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan melalukan kegiatan pemasaran. Pemasaran merupakan salah satu bidang yang harus diperhatikan demi keberhasilan perusahaan di samping kegiatan bidang lainnya seperti produksi, personalia dan keuangan (budgeting).
Dalam bidang pemasaran berbagai masalah timbul selain persaingan juga berkembangnya keanekaragaman produk, meningkatnya selera konsumen, dan adanya produk baru yang dihasilkan, Untuk itu perusahaan dituntut untuk dapat menghadapi dan menyelesaikan berbagai masalah yang ada. Dalam menghadapi masalah yang datang dari berbagai arah perusahaan harus dapat meningkatkan efektivitas seluruh pengelolaan perusahaaan dalam menangani pemasaran produk. Kondisi seperti inilah yang pada akhirnya menyebabkan para pelaku usaha semakin gencar berusaha untuk mencari solusi maupun program bisnis yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan didalam bisnisnya.
Namun demikian, meskipun perusahaan telah berusaha bersaing dan memberikan yang terbaik untuk konsumen belum tentu dapat menjamin akan berhasilnya usaha pencapaian tujuan perusahaan, karena tiap konsumen memiliki selera dan keinginan yang berbeda-beda. Maka dari itu setiap perusahaan memiliki strategi pemasaran yang berbeda-beda, yang merupakan strategi terbaik disetiap perusahaan. Dengan melakukan hal tersebut perusahaan dapat menarik minat, ketertarikan, dan menggugah masyarakat untuk membeli produk barang atau jasa yang dihasilkan perusahaan tersebut.

Promosi merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam manajemen pemasaran, karena promosi merupakan kegiatan perusahaan dalam usahanya untuk berkomunikasi dengan konsumen. Dengan adanya komunikasi diharapkan ada tanggapan dari konsumen atas produk yang ditawarkan. Tanggapan ini oleh konsumen bisa dikategorikan dalam kesiapan pembeli, yaitu kesadaran, pengetahuan, kegemaran, preferensi, keyakinan, dan pembelian.
CV. Anugerah Garment adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi pakaian jadi, dimana tingkat persaingan antara produsen yang menjual produk sejenis sangat tinggi. Melihat bahwa ibu kota Jakarta merupakan pangsa pasar sangat potensial bagi produk pakaian jadi dengan tingkat persaingan antara produsen yang tinggi dengan promosi yang baik, maka CV. Anugerah Garment selalu berusaha umtuk dapat memuaskan dan memenuhi keinginan konsumen, sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.
Batasan promosi dalam penelitian ini mencakup promosi periklanan, personal selling, dan promosi penjualan dimana dalam penelitian ini variable-variabel tersebut akan diuji tingkat hubungan dengan volume penjualan pada CV. Anugerah Garment.
Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan untuk mencapai laba yang maksimal, CV. Anugerah Garment berusaha meningkatkan volume penjualannya dengan cara mempromosikan produknya melalui iklan dan cara-cara promosi lainnya, seperti iklan di koran dan radio.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dalam bentuk skripsi dengan judul “Pengaruh Promosi Terhadap keputusan pembelian pada CV. Anugerah Garment.

1.2           Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah, maka penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut :
1.      Apakah terdapat pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian?
2.      Apakah terdapat keeratan hubungan antara promosi terhadap keputusan pembelian?

1.3     Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan sbb :

1.      Untuk mengetahui pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian
2.      Untuk mengetahui keeratan hubungan antara promosi terhadap keputusan pembelian.



1.4         Kegunaan Penelitian
1.      Bagi Perusahaan, Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam menentukan kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan efektifnya biaya periklanan, personal selling, promosi penjualan yang digunakan untuk meningkatkan volume penjualan.
2.      Bagi masyarakat / peneliti lain, Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam bentuk skripsi yang dapat digunakan untuk menambah wawasan pengetahuan dalam mempelajari pengaruh kegiatan promosi dalam pencapaian tujuan peningkatan volume penjualan produk.
3.      Bagi mahasiswa, Penelitian ini diharapkan sebagai sarana untuk menerapkan teori-teori yang telah diperoleh selama kuliah dan menambah wawasan serta pengetahuan tentang penerapannya di perusahaan.

1.5         Sistematika Penulisan
Untuk memberikan gambaran sekilas mengenai isi skripsi, skripsi ini dibagi dalam 5 (lima) bab dan masing-masing bab dibagi dalam beberapa sub bab dengan sistematika sebagai berikut :
BAB I : PENDAHULUAN, Bab ini menguraikan mengenai permasalahan yang akan dibahas. Meliputi latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis penelitian, kegunaan penelitian, ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II : KAJIAN PUSTAKA, Bab ini membahas secara umum mengenai landasan teori yang digunakan, meliputi pengertian pemasaran, pengertian promosi, faktor-faktor yang berhubungan dengan promosi, bauran promosi, tujuan promosi, hubungan antara promosi terhadap peningkatan volume prnjualan dan kerangka pemikiran.

BAB III : METODE PENELITIAN, Bab ini menjelaskan mengenai sejarah umum perusahaan , struktur organisasi perusahaan , rancangan penelitian , teknik pengambilan sample, analisa data , pengujian validasi dan normalitas data, tahapan analisa data  (Uji T dan Uji F).

BAB IV : HASIL PENELITIAN, Bab ini menyajikan deskripsi data, hasil penelitian  dan interprestasi hasil penelitian yang telah dilakukan.

BAB V : PENUTUP, Bab yang terakhir ini merupakan kesimpulan dari seluruh penjelasan bab-bab sebelumnya dan saran-saran yang mungkin berguna bagi perusahaan.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1              Pengertian Promosi
Menurut Kotler and Keller (2000 : 101) promosi adalah suatu variabel dari marketing mix yang penting dilaksanakan perusahaan dalam memasarkan produknya dengan mengiklankan atau kegiatan lain yang tujuannya untuk mendorong terjadinya permintaan atas produk.  Menurut Mc.Charty & Perreal (1995 : 64) promosi adalah komunikasi informasi antara penjual dan calon pembeli atau pihak-pihak lain dalam saluran untuk mempengaruhi sikap dan perilaku.
Promosi adalah bentuk komunikasi pemasaran yang berupa aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarkan informasi, mempengaruhi atau membujuk dan mengingatkan pasar atas perusahaan atau produknya agar bersedia menerima, membeli dan loyal kepada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan (Tjiptono 2000 : 219).Promosi merupakan salah satu variabel dari bauran pemasaran yang sangat penting, yang dilaksanakan oleh perusahaan dalam memasarkan produk atau jasanya.  Tanpa promosi keberadaan produk kurang mendapat perhatian dari konsumen atau bahkan konsumen tidak tahu sama sekali mengenai produk tersebut.
Hal ini sesuai dengan pengertian promosi menurut Djaslim (2003 : 123) yaitu suatu komunikasi informasi penjual dan pembeli yang bertujuan, yang tidak mengenal menjadi mengenal sehingga menjadi pembeli dan tetap mengingat produk tersebut.  Sedangkan menurut Buchari (1992 : 153) promosi adalah kegiatan untuk menyampaikan informasi, berkomunikasi, dan menyakinkan masyarakat terhadap produk yang ditawarkan.
Dari pengertian promosi di atas dapat diartikan bahwa promosi merupakan komunikasi informasi antara penjual dan pembeli yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, berkomunikasi, dan meyakinkan masyarakat terhadap suatu barang.  Promosi juga adalah suatu bentuk komunikasi dalam pemasaran yang bertujuan untuk menarik konsumen untuk menggunakan produk kita. Promosi merupakan salah satu aspek yang penting dalam manjemen pemasaran dan sering dikatakan sebagai “proses berlanjut”. Ini disebabkan karena promosi dapat menimbulkan rangkaian kegiatan selanjutnya dari perusahaan.  
Oleh karena itu promosi merupakan salah satu variabel dari bauran pemasaran yang sangat penting peranannya, dimana tanpa promosi keberadaan produk kita menjadi kurang mendapat perhatian dari konsumen atau bahkan tidak tahu sama sekali mengenai produk kita.



2.2              Bauran Promosi
Suatu perusahaan didalam menentukan alat-alat promosi harus memperhatikan komponen-komponen yang ada di dalam bauran promosi yang terdiri dari 4 komponen, Djaslim (2006 : 128) yaitu :
a.              Advertising (Periklanan)
Periklanan adalah segala bentuk penyajian dan promosi bukan pribadi menenai gagasan, barang, atau jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu. Periklanan merupakan salah satu dari empat alat penting yang digunakan suatu perusahaan untuk melancarkan komunikasi persuasif terhadap pembeli dan masyarakat. Komunikasi persuasif ini ditujukan untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan.
Tujuan periklanan yang terutama adalah menjual atau meningkatkan penjualan barang, jasa atau ide. Adanya kegiatan periklanan sering mengakibatkan terjadinya penjualan dengan segera, meskipun banyak pula penjualan yang baru terjadi pada waktu mendatang. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan tujuan periklanan adalah untuk meningkatkan penjualan yang menguntungkan.
b.             Personal Selling (Penjualan Tatap Muka)
Dalam personal selling terjadi interaksi secara langsung, saling bertemu muka antara pembeli dan penjual. Komunikasi yang dilakukan kedua belah pihak bersifat individual  dan dua arah, sehingga penjual dapat langsung memperoleh tanggapan sebagai umpan balik tentang keinginan dan kesukaan pembeli. Penyampaian berita atau percakapan yang mereka lakukan sangat fleksibel karena dapat menyesuaikan dengan situasi yang ada.
c.              Publisitas (Publikasi)
 Publisitas merupakan bagian dari fungsi yang lebih luas, yaitu hubungan masyarakat dan meliputi usaha-usaha untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan antara organisasi dengn masyarakat dan juga dengan calon pembeli.     Sedangkan definisi dari publisitas adalah sejumlah informasi tentang seseorang, barang atau organisasi yang disebarkan ke masyarakat melalui media tanpa dipungut baiya atau tanpa pengawasan dari sponsor.
d.             Sales Promotion  (Promosi Penjualan)
 Promosi penjualan merupakan kegiatan promosi selain periklanan, personal selling, maupun publisitas.  Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam promosi penjualan antara lain : peragaan, pertunjukan pameran, demontrasi dan sebagainya. Biasanya kegiatan ini dilakukan bersama-sama dengan kegiatan promosi lain dan biayanya relatif lebih murah dibandingkan periklanan dan personal selling. Selain itu promosi penjualan juga lebih fleksibel karena dapat dilakukan setiap saat dengan biaya yang tersedia dan dimana saja.
e.              Direct Marketing
Direct Marketing adalah suatu sistem pemasaran interaktif yang menggunakan satu atau lebih media periklanan untuk respon yang terukur dan atau transaksi dimanapun.

2.3              Tujuan Promosi
Beberapa tujuan yang  ingin dicapai dalam melakukan promosi menurut Kotler dan Armstrong (2002:631), diantaranya :
a.              Membangun kesadaran konsumen
Jika sebagian besara udiens sasaran tidak menyadari obyek tersebut, tujuan promosi adalah membangun kesadaran, mungkin hanya pengenalan nama produk.
b.             Memberikan informasi kepada konsumen
Audiens sasaran mungkin telah memiliki kesadaran tentang perusahaan atau produk tetapi tidak menggetahui lebih banyak lagi. Sehingga bagian promosi dalam promosinya banyak mengandung informasi tentang produk.
c.              Menciptakan preferensi konsumen
Jika audiens sasaran mengetahui produk, pertanyaannya sekarang apakah konsumen suka atau tidak terhadap produk tersebut sehingga komunikator harus menemukan alasannya dan kemudian mengembangkan suatu kampanye komunikasi untuk mendorong perasaan suka.
d.                 Meningkatkan dan menjaga preferensi konsumen
Kesukaan dalam arti lebih suka terhadap produk tertentu daripada terhadap produk lain.
e.                  Meyakinkan konsumen.
Konsumen mungkin lebih menyukai suatu produk tertentu tetapi tidak menimbulkan keyakinan untuk membelinya. Tugas promosilah untuk meyakinkan bahwa produk yang ditawarkan benar-benar bias memberikan solusi bagi konsumen.
f.                   Mendorong konsumen untuk membeli
Banyak audiens sasaran mungkin memiliki keyakinan tetapi tidak bermaksud untuk melakukan pembelian. Mereka mungkin menanti lebih banyak informasi atau merencanakan untuk bertindak kemudian. Komunikator harus mengarahkan konsumen agar mengambil langkah terakhir. Caranya dapat berupa menawarkan produk dengan harga rendah, menawarkan, premi, atau memberikan kesempatan secara terbatas kepada pelanggan untuk mencoba.

2.4              Pengertian Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian merupakan kegiatan individu yang secara langsungterlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadapproduk yang ditawarkan oleh penjual. Pengertian keputusan pembelian, menurut Kotler dan Armstrong (2001: 226) adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar membeli. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibatdalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan.  Ada tiga aktivitas yang berlangsung dalam proses keputusan pembelianoleh konsumen menurut Hahn (2002:69) yaitu :
1.             Rutinitas konsumen dalam melakukan pembelian.
2.             Kualitas yang diperoleh dari suatu keputusan pembelian.
3.             Komitemen atau loyalitas konsumen yang sudah biasa beli dengan produk pesaing.

2.5              Proses Keputusan Membeli
Sebuah keputusan tidak mungkin dapat dibentuk begitu saja.  Harus ada tahapan-tahapan yang mendahului dalam proses pembuatan keputusan tersebut agar tidak terjadi penyesalan di kemudian hari. Menurut Kotler (2000:204), tahap-tahap yang dilewati pembeli untuk mencapai keputusan membeli melewati lima tahap, yaitu:
1.             Pengenalan masalah
Proses membeli dimulai dengan pengenalan masalah dimana pembeli mengenali adanya masalah atau kebutuhan.  Pembeli merasakan perbedaan antara keadaan nyata dan keadaan yang diinginkan.
2.             Pencarian informasi
Seorang konsumen yang sudah terkait mungkin mencari lebih banyak informasi tetapi mungkin juga tidak. Bila dorongan konsumen kuat dan produk yang dapat memuaskan ada dalam jangkauan, konsumen kemungkinan akan membelinya.  Bila tidak, konsumen dapat menyimpan kebutuhan dalam ingatan atau melakukan pencarian informasi yang berhubungan dengan kebutuhan tersebut.
Pengaruh relatif dari sumber informasi ini bervariasi menurut produk dan pembeli. Pada umumnya, konsumen menerima sebagian besar informasi mengenai suatu produk dari sumber komersial, yang dikendalikan oleh pemasar. Akan tetapi, sumber paling efektif cenderung sumber pribadi. Sumber pribadi tampaknya bahkan lebih penting dalam mempengaruhi pembelian jasa. Sumber komersial biasanya memberitahu pembeli, tetapi sumber pribadi membenarkan atau mengevaluasi produk bagi pembeli.  Misalnya, dokter pada umumnya belajar mengenai obat baru cari sumber komersial, tetapi bertanya kepada dokter lain untuk informasi yang evaluatif.
3.             Evaluasi alternatif
Tahap dari proses keputusan membeli, yaitu ketika konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merk alternatif dalam perangkat pilihan. Konsep dasar tertentu membantu menjelaskan proses evaluasi konsumen. Pertama, kita menganggap bahwa setiap konsumen melihat produk sebagai kumpulan atribut produk. Kedua, konsumen akan memberikan tingkat arti penting berbeda terhadap atribut berbeda menurut kebutuhan dan keinginan unik masing-masing. Ketiga, konsumen mungkin akan mengembangkan satu himpunan keyakinan merek mengenai dimana posisi setiap merek pada setiap atribut. Keempat, harapan kepuasan produk total konsumen akan bervariasi pada tingkat atribut yang berbeda. Kelima, konsumen sampai pada sikap terhadap merek berbeda lewat beberapa prosedur evaluasi. Ada konsumen yang menggunakan lebih dari satu prosedur evaluasi, tergantung pada konsumen dan keputusan pembelian.
Bagaimana konsumen mengevaluasi alternatif barang yang akan dibeli tergantung pada masing-masing individu dan situasi membeli spesifik. Dalam beberapa keadaan, konsumen menggunakan perhitungan dengan cermat dan pemikiran logis. Pada waktu lain, konsumen yang sama hanya sedikit mengevaluasi atau tidak sama sekali; mereka membeli berdasarkan dorongan sesaat atau tergantung pada intuisi. Kadang-kadang konsumen mengambil keputusan membeli sendiri; kadang-kadang mereka bertanya pada teman, petunjuk bagi konsumen, atau wiraniaga untuk memberi saran pembelian.
Pemasar harus mempelajari pembeli untuk mengetahui bagaimana sebenarnya mereka mengevaluasi alternatif merek. Bila mereka mengetahui proses evaluasi apa yang sedang terjadi, pemasar dapat membuat langkah-langkah untuk mempengaruhi keputusan membeli.
4.             Keputusan Membeli
Dalam tahap evaluasi, konsumen membuat peringkat merek dan membentuk niat untuk membeli. Pada umumnya, keputusan membeli konsumen adalah membeli merek yang paling disukai, tetapi dua faktor dapat muncul antara niat untuk membeli dan keputusan untuk membeli. Faktor pertama adalah sikap orang lain, yaitu pendapat dari orang lain mengenai harga, merek yang akan dipilih konsumen. Faktor kedua adalah faktor situasi yang tidak diharapkan, harga yang diharapkan dan manfaat produk yang diharapkan. Akan tetapi peristiwa-peristiwa yang tak diharapkan bisa menambah niat pembelian.
5.             Tingkah Laku Pasca Pembelian
Tahap dari proses keputusan pembeli, yaitu konsumen mengambil tindakan lebih lanjut setelah membeli berdasarkan pada rasa puas atau tidak puas. Yang menentukan pembeli merasa puas atau tidak puas dengan suatu pembelian terletak pada hubungan antara harapan konsumen dengan prestasi yang diterima dari produk. Bila produk tidak memenuhi harapan, konsumen merasa tidak puas, bila memenuhi harapan konsumen merasa puas, bila melebihi harapan konsumen akan merasa puas.
Konsumen mendasarkan harapan mereka pada informasi yang mereka terima dari penjual, teman dan sumber-sumber yang lain. Bila penjual melebih-lebihkan prestasi produknya, harapan konsumen tidak akan terpenuhi dan hasilnya ketidakpuasan. Semakin besar antara kesenjangan antara harapan dan prestasi, semakin besar ketidakpuasan kosumen. Hal ini menunjukkan bahwa pembeli harus membuat pernyataan yang jujur mengenai prestasi produknya sehingga pembeli akan puas.
Menurut Kotler (2002:183), perilakuu pembelian konsumen dipengaruhi oleh :
1.             Faktor budaya, yang terdiri dari :
a.              Budaya, merupakan penentu keinginan dan perilaku yang paling mendasar.
b.             Sub-budaya, masing-masing budaya memiliki sub-budaya yang lebih kecil yang memberikan lebih banyak ciri-ciri sosialisasi khusus bagi anggotanya.
c.              Kelas sosial, adalah pembagian masyarakat yang relative homogen dan permanent, yang tersusun secara hierarkis dan anggotanya menganut nilai-nilai,minat dan perilaku yang sama.
2.             Faktor Sosial, terdiri dari :
a.              Kelompok acuan, yaitu kelompok yang memiliki pengaruh langsung (tatap muka) atau tidak langsung terhadap sikap atau perilaku seseorang.
b.             Keluarga
c.              Peran dan Status , dimana peran adalah kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang dan masing-masing peran tersebut menghasilkan status.
3.             Faktor Pribadi, yang terdiri dari usia dan tahap siklus hidup; pekerjaan dan lingkungan ekonomi; gaya hidup dan kepribadian dan konsep diri.
4.             Faktor Psikologis, yang terdiri dari motivasi, persepsi, pembelajaran,keyakinan dan sikap.

2.6              Hasil-hasil Penelitian Terdahulu
Rianawati (2005) pada penelitiannya dengan judul “Analisis Pengaruh Faktor Dari Perilaku Konsumen Terhadap Pembelian Produk Aqua (Studi pada Masyarakat Desa Slimbung Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri,  hasil analisis didapatkan hasil uji hipotesis pertama bahwa variabel kebudayaan, sosial, pribadi, dan psikologis  secara simultan atau bersama-sama mempengaruhi keputusan konsumen dalam mengkonsumsi produk air minum merek Aqua dapat diterima atau teruji.  Hasil hipotesis kedua menunjukkan bahwa faktor psikologis secara parsial berpengaruh signifikan dan dominan terhadap keputusan mengkonsumsi produk air minum merek Aqua.
Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Rizwar (2010) mengenai “Analisis Pengaruh Lokasi, Promosi dan Kualitas Layanan Terhadap Keputusan Membeli di Warnet (Warung Internet) XYZ Jl.Singosari Semarang)” hasil penelitiannya adalah bahwa secara keseluruhan baik variabel lokasi, promosi, dan kualitas layanan hasilnya adalah terdapat pengaruh positif dan cukup signifikan terhadap keputusan pembelian.
Penelitian  yang dilakukan oleh Arya (2009), dengan variabel yang diteliti antara lain : Citra merek, Harga, dan Kualitas Layanan yang diberikan kepada konsumen. Dari hasil analisis diketahui bahwa secara keseluruhan baik variabel Citra merek, Harga, dan Kualitas Layanan mempunyai pengaruhpositif terhadap keputusan pembelian pada Y internet.
Penelitian yang dilakukan oleh Heri (2006) mengenai analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian produk mie instan merek sedaap (Studi Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unmer Malang) hasilnya adalah bahwa faktor kebudayaan, sosial, pribadi dan psikologis secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk mie instan merk Sedaap.

2.7         Kerangka Pemikiran
Untuk memudahkan pemahaman mengenai keseluruhan rangkaian penelitian ini, maka disusunlah kerangka pikir penelitian sebagai berikut :

Promosi
(X)


Keputusan Pembelian
(Y)

 



Gambar 2.1
Kerangka pemikiran

Pada penelitian ini, variabel promosi mewakili variabel x yang merupakan variabel independent atau variabel bebas akan diuji apakah mempunyai pengaruh atau tidak terhadap variabel keputusan pembelian yang mewakili variabel y sebagai variabel dependent (variabel terikat).                

 BAB III

METODE PENELITIAN



3.1.    Desain Penelitian
Jenis penelitian ini adalah pengujian hipotesis, penelitian yang bertujuan untuk menguji hipotesis merupakan penelitian yang menjelaskan fenomena dalam bentuk hubungan antar-variabel. Dalam penelitian ini tipe hubungan antar-variabelnya adalah hubungan korelasional (asosiasi). Sedangkan berdasarkan kondisi lingkungan penelitian dan tingkat keterlibatan peneliti, penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai penelitian studi lapangan. Penelitian studi lapangan merupakan tipe penelitian yang menguji hubungan korelasional antar-variabel dengan kondisi lingkungan penelitian yang natural dan tingkat keterlibatan peneliti yang minimal. Unit analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah tingkat individual, yaitu  CV. Anugerah Garment.

 3.2.   Obyek Penelitian dan Sampel Penelitian
Obyek penelitian ini adalah CV. Augerah Garment, sedangkan yang menjadi sampel dari obyek penelitian adalah customer CV. Anugerah Garment sebanyak 40 (empat puluh) orang pada bulan Agustus 2012.




3.3.    Data penelitian dan Defenisi Operasional Variabel
        a.     Data penelitian
      Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2012 s.d. Oktober 2012. Sebanyak 40 orang customer yang menjadi responden penelitian ini.  Menurut cara memperolehnya, penelitian ini termasuk ke dalam data primer. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari      CV. Anugerah Garment dengan menggunakan kuesioner.
        b.   Operasional variabel
      Secara operasional variable perlu didefinisikan yang  bertujuan untuk menjelaskan makna variable penelitian. Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberikan petunjuk bagimana variabel itu diukur.
      Berdasarkan pokok permasalahan dan hipotesis, maka variabel yang dianalisis dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1.  Variabel Bebas (Independent Variabel)    
      Variabel bebas yaitu variabel yang menjelaskan atau mempengaruhi variabel yang lain.  Variabel ini sering disebut variabel penyebab karena jika variabel bebas ada bersama-sama dengan variabel lain yang tidak bebas, maka variabel yang tidak bebas akan berubah dalam variasinya.
      Promosi (X) merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam manajemen pemasaran, karena promosi merupakan kegiatan perusahaan dalam usahanya untuk berkomunikasi dengan konsumen. Dengan adanya komunikasi diharapkan ada tanggapan dari konsumen atas produk yang ditawarkan. Tanggapan ini oleh konsumen bisa dikategorikan dalam kesiapan pembeli, yaitu kesadaran, pengetahuan, kegemaran, preferensi, keyakinan, dan pembelian.
2.   Variabel Terikat (Dependent Variabel )
  Variabel terikat adalah variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikat adalah Tingkat Produksi. Variabel Terikat (Y) Keputusan pembelian merupakan kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh penjual. Pengertian keputusan pembelian, menurut Kotler & Armstrong (2001: 226) adalah tahap dalam proses pengambilan keputusan pembeli di mana konsumen benar-benar membeli. Pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang yang ditawarkan.

3.4.    Instrumen Penelitian
      Instrumen yang digunakan adalah kuisioner berupa daftar pertanyaan yang disusun berdasarkan indikator-indikator dalam variabel yang akan diteliti.  Daftar pertanyaan tersebut disebarkan kepada responden untuk diisi dan dikembalikan sesuai jadwal yang sudah ditentukan.
      Penelitian ini menggunakan skala pengukuran likert. Skala ini digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi terhadap seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam penelitian ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.
      Dengan skala likert, variabel yang diukur dijabarkan menjadi sub variabel. Kemudian sub variabel dijabarkan menjadi komponen yang dapat terukur. Komponen yang dapat terukur ini kemudian dijadikan sabagai titik tolak untuk menyusun item instrumen yang dapat berupa pertanyaan kemudian dijawab oleh responden. Jawaban setiap item instrumen ini di beri nilai, sebagai berikut:
*      skor =  5 untuk setiap jawaban sangat setuju.
*      skor =  4 untuk setiap jawaban setuju.
*      skor =  3 untuk setiap jawaban netral.
*      skor =  2 untuk setiap jawaban tidak setuju.
*      skor =  1 untuk setiap jawaban sangat tidak setuju.
Luas lingkup pernyataan berkisar pada kegiatan perusahaan dengan faktor-faktor variabelnya yaitu Promosi dan Keputusan Pembelian.

3.5        Lokasi Penelitian
                   CV. Anugerah Garment sebagai obyek penelitian pada skripsi ini berlokasi di Kompleks Jembatan Dua, Jl. Jembatan Gambang II No. 40 Jakarta Utara. 





3.6. Analisis Data
a.    Uji Kualitas Data
1)      Uji Validitas
      Uji validitas digunakan untuk mengukur sah (valid) atau tidaknya suatu kuesioner. Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan dengan mengukur korelasi antar skor pada setiap butir (item) berdasarkan atas jawaban setiap responden dan skor total jawaban setiap responden, item pada kuesioner disebut valid jika koefisien korelasinya positif dan signifikan.
      Untuk menguji validitas data menurut Sugiyono (2005 : 272) dapat digunakan rumus product moment pearson sebagai berikut :
r xy  =
     Keterangan :
     r      =  koefisien korelasi
     n     =  jumlah sampel
     X    =  skor butir kuesioner
     Y    =  skor total butir kuesioner
      Kriteria uji :  Jika rxy > r tabel, maka butir kuesioner valid



2)      Uji Reliabilitas
       Reliabel berarti informasi yang diberikan melalui beberapa indikator (daftar pertanyaan) tidak berbeda sebagai hasil karakteristik tujuan indikator, instrumen atau pengukuran.
      Untuk pengujian reliabilitas ini penulis menggunakan metode belah dua (split-half method). Metode belah dua adalah suatu metode yang dilakukan dengan cara mengkorelasikan antara total skor pada item pertanyaan yang ganjil dengan total skor pada pertanyaan yang genap. Kemudian dilanjutkan dengan pengujian menggunakan rumus Spearman Brown seperti dibawah ini :
R11 =          2 r ½ ½
(1 + r ½ ½)
            Keterangan :
R20       =   korelasi antara skor-skor belahan test
r ½ ½   =   koefisien reliabilitas yang sudah disesuaikan.
                  Kriteria uji : r20 > 0,78, maka reliabel.

b.    Uji Bias Kuesioner
      Uji normalitas data yang dilakukan adalah Kolmogorov-Smirnov Goodness of Fit Test dengan tingkat signifikansi 5%. Pengujian ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel-variabel pada model matematis mempunyai distribusi normal atau tidak normal. Data dikatakan terdistribusi normal jika angka probabilitas lebih dari 0,05. Namun asumsi normalitas untuk menggunakan analisis regresi tidak terlalu kritis bila data observasi mencapai 100 atau lebih karena berdasarkan Dalil Limit Pusat (Central Limit Theory) dari sampel yang besar dapat dihasilkan statistik sampel yang mendekati distribusi normal.

          5.    Pengujian Hipotesis
        a.    Analisis Korelasi Sederhana
                          Untuk mengetahui hubungan dua variabel apakah positif atau negatif antara variabel Y dengan X, maka digunakan analisis korelasi sederhana, berikut rumus yang dapat digunakan untuk menghitung kedua variabel tersebut yaitu :
                                                              n (å XY) – ( å X )( åY )
          rXY     =           {Ö n (åX²) - (åX)²}{Ö n (åY²) - (åY)²}

                                              (Korelasi antara X dan Y)
                                 
Keterangan :
R               =       Koefisien korelasi
n         =     Jumlah sampel
X        =     Promosi
Y        =     Peningkatan Penjualan
            Untuk dapat menentukan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel sandard koefisien korelasi sebagai berikut :




Tabel 3
Standard Kekuatan  Koefisien Korelasi

Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199
Sangat Rendah
0,20 – 0,399
Rendah
0,40 – 0,599
Sedang
0,60 – 0,799
Kuat
0,80 – 1,000
Sangat Kuat
Sumber: Sugiyono, Statistik Untuk Penelitian, 2005

            b.      Analisis Regresi Sederhana
                        Hubungan linier dapat dinyatakan sebagai berikut :.              
Ŷ = a + bx + €
Keterangan:
Y            =       Peningkatan Penjualan
a             =       Intercept
b                 =       Koefisien Regresi
                     X            =       Promosi
                                  =       Error Term
      Untuk menghitung nilai a,dan b, kita pergunakan metode kuadrat terkecil (last square method) yang menghasilkan persamaan normal sebagai berikut :
∑Y      =    an + b ∑ X



c.      Pengujian Hipotesis
      Hubungan Promosi (X) dengan peningkatan penjualan (Y) :
Ho: , yaitu tidak ada hubungan Promosi (X) dengan peningkatan penjualan  (Y)
Ha : , yaitu ada hubungan Promosi (X) dengan peningkatan penjualan  (Y)
Statistik uji :
Keterangan:
t0 = Statistik Hitung
r  = Koefisien Korelasi
n = Jumlah Sampel
Kriteria Uji :
thitung  > ttabel : signifikan Ho ditolak dengan asumsi ttabel  = t  (a/2) ; (n-2)  

 Uji Signifikansi Parameter Regresi
Regresi Y terhadap X
Ho : β1 = 0,  tidak ada pengaruh Promosi (X) Terhadap peningkatan penjualan  (Y)
Ha : β1 0, ada pengaruh Promosi (X) Terhadap peningkatan   penjualan  (Y)            
                                      bi
Statistik Uji :  t0  =
                                  Sbi


Keterangan:
t0       =       Statistik Hitung
bi     =       Koefisien regresi 
Sbi   =       Simpangan Baku
Kriteria Uji :
t hitung >  t tabel : signifikan Ho ditolak
t hitung < - t tabel : signifikan Ho ditolak
                   Dengan asumsi t tabel :t (α/2); (n-1)
  

BAB IV
HASIL PENELITIAN

4.1              Gambaran Umum Perusahaan
CV. Anugerah garment berlokasi dijalan jembatan gambang II No: 40 didirikan pada tahun 1999, dan bergerak dibidang produksi kaos-kaos promosi. Produk-produk yang dihasilkan sesuai dengan permintaan dari custumer yang bersangkutan artinya produk yang akan diproduksi telah dikonsultasikan terdahulu. CV.Anugerah garment memiliki 2 orang yang bertugas untuk bagian pemotongan bahan serta 3 orang kurir pada pengiriman barang hasil produksi kepada seluruh custumer. Untuk pengiriman barang keluar kota atau ke luar pulau biasanya memakai jasa expedisi menurut daerah tujuan masing-masing, sedangkan untuk daerah jabodetabek biasanya barang akan dikirim langsung ketempat tujuan.
4.2              Sejarah Singkat Tentang Perusahaan
Awal mula CV. Anugerah garment sebelum berdiri sang pemilik telah mendirikan sebuah usaha dagang dengan nama L&C promotion supplier pada tahun 1999  yang bergerak dibidang yang sama yaitu garment, hingga pada januari 2011 berganti nama menjadi CV. Anugerah Garment.

4.3              Struktur Organisasi
Dalam setiap kegiatan atau usaha yang melibatkan banyak orang, maka organisasi merupakan salah satu penunjang lancarnya usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Organisasi yang baik dan jelas pembagian tanggung jawab masing – masing bagian akan memberikan efisiensi dan efektivitas masing – masing unsur organisasi tersebut.
Struktur organisasi  pada CV.Anugerah garment sangat sederhana, berikut ini adalah struktur organisasi pada CV.Anugerh garment dan masing-masing tugasnya:
a.         Direktur
CV.Anugerah garment memiliki 1 orang direktur, yang        memiliki wewenang  mengatur keuangan dan kelancaran pembayaran konsumen, serta mengatur supply barang dan kelancaran pengiriman barang.
b.        Marketing
CV.Anugerah garment memilki 2 orang marketing yang bertugas mempromosikan dan menerima pesanan dari seluruh custumer.
c.     Kurir
CV.Anugerah garment memiliki 2 orang kurir yang bertugas sebagai pelaksana pengambilan barang yang telah selesai diproduksi, serta bertindak sebagai pengiriman barang kepada seluruh custumer dimana kedua-duanya meliki tugas dan peran yang sama.
d.        Produksi
CV.Anugerah garment memiliki 32 orang pada bagian produksi, yang memiliki tugas  berbeda-beda;
-            pada bagian pemotongan ada 2 orang dengan tugas memotong bahan dasar kain menjadi pola kaos.
-            Pada bagian jahit serta pengepakan terdapat 30 orang dimana mereka sudah memiliki tugasnya masing-masing.

4.4              Deskripsi Responden Penelitian
Untuk mengukur tingkat pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian pada CV.Anugerah garment penulis meneliti hasil kuesioner berdasarkan jenis kelamin, usia, status pernikahan, pendidikan, serta pekerjaan.
a.             Berdasarkan jenis kelamin
Data tentang jumlah responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat dalam tabel.4.1 berikut :
                                 Tabel 4.1
Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
LAKI-LAKI
20
50,0
50,0
50,0
PEREMPUAN
20
50,0
50,0
100,0
Total
40
100,0
100,0

     Sumber : Olahan Penulis, 2012
Dari tabel diatas terlihat bahwa dari 40 orang responden, laki-laki dan perempuan sama banyaknya. Laki-laki dan perempuan ada sebanyak masing-masing 20 orang (masing-masing 50%).
b.             Karakter sampel berdasarkan usia
Data tentang jumlah responden berdasarkan usia dapat dilihat dalam tabel 4.2 berikut :
Tabel 4.2
Jumlah Responden Berdasarkan Usia


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
17-23 TAHUN
13
32,5
32,5
32,5
24-30 TAHUN
10
25,0
25,0
57,5
31-37 TAHUN
10
25,0
25,0
82,5
38-44 TAHUN
4
10,0
10,0
92,5
45-51 TAHUN
3
7,5
7,5
100,0
Total
40
100,0
100,0

         Sumber : Olahan Penulis 2012
Dalam tabel diatas dapat dilihat bahwa pada 40 responden rentang usia 17-23 tahun lebih mendominasi dengan jumlah 13 orang (32,5%)
c.              Karakter sampel berdasarkan status pernikahan
Data tentang jumlah responden berdasarkan status pernikahan dapat dilihat dalam tabel 4.3 berikut :


Tabel 4.3
Jumlah Responden Berdasarkan Status Pernikahan


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
MENIKAH
23
57,5
57,5
57,5
BELUM MENIKAH
17
42,5
42,5
100,0
Total
40
100,0
100,0

      Sumber: Olahan Penulis 2012
Dalam tabel terlihat bahwa dari 40 responden status menikah lebih dominan daripada yang belum menikah dengan perbandingan 23 orang (23%) untuk yang menikah dan 17 orang (17%) yang belum menikah
d.             Karakter sampel berdasarkan pendidikan
Data tentang jumlah responden berdasarkan pendidikan dapat dilihat dalam tabel 4.4 berikut :
       Tabel 4.4
                 Jumlah Responden Berdasarkan Pendidikan


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
SD
3
7,5
7,5
7,5
SMP
9
22,5
22,5
30,0
SMU
15
37,5
37,5
67,5
PERGURUAN TINGGI
13
32,5
32,5
100,0
Total
40
100,0
100,0

Sumber : Olahan Penulis 2012
Dalam tabel terlihat dari 40 responden pada tingkat pendidikan smu lebih banyak dengan 15 orang atau (37,5%).
e.              Karakter sampel berdasarkan jabatan
Data tentang jumlah responden berdasarkan jabatan dapat dilihat dalam tabel 4.3 berikut :
Tabel 4.5
Jumlah Responden Berdasarkan jabatan


Frequency
Percent
Valid Percent
Cumulative Percent
Valid
STAFF
15
37,5
37,5
37,5
SUPERVISOR
5
12,5
12,5
50,0
MANAGER
4
10,0
10,0
60,0
DIREKTUR
1
2,5
2,5
62,5
LAINNYA
15
37,5
37,5
100,0
Total
40
100,0
100,0

        Sumber : olahan penulis 2012
Terlihat dalam tabel dari 40 responden jenis pekerjaan sebagai staff dan lainnya memiliki jumlah reponden yang sama banyak yaitu masing-masing 15 orang (37,5%)
4.5              Deskripsi Data Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pengaruh promosi (X) berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y). Variabel dependen dalam penelitian ini adalah keputusan pembelian, sedangkan variabel independen adalah pengaruh promosi.  Berdasarkan tabel 4.4 dibawah ini menunjukkan nilai maksimum, nilai minimum, nilai rata – rata dan standar deviasi dari data. Hal ini secara ringkas terdapat pada Tabel 4.6 berikut:
            Tabel 4.6
Deskripsi Statistik pengaruh Promosi terhadap keputusan pembelian

Statistics

PROMOSI
KEPUTUSAN PEMBELIAN
N
Valid
40
40
Missing
0
0
Mean
28,80
28,28
Std. Error of Mean
,733
,849
Median
30,00
29,50
Mode
30
32
Std. Deviation
4,637
5,368
Variance
21,497
28,820
Range
18
24
Minimum
20
15
Maximum
38
39
Sum
1152
1131
                                Sumber : Data diolah dari SPSS 20
Berdasarkan table 4.6  dapat  disimpulkan bahwa dari 40 responden  promosi (X) dan keputusan pembelian  (Y) pada CV. Anugerah Garment  yang diambil oleh peneliti diketahui nilai minimum  promosi(X) 20, keputusan pembelian  (Y) 15. Nilai maximum promosi (X) 38, keputusan pembelian (Y) 39 . Nilai rata-rata atau mean promosi (X) 28,80, keputusan pembelian(Y) 28,28. Dari nilai minimum dan maximum diatas dapat diketahui bahwa promosi (X) memiliki hubungan positif (searah) dengan volume penjualan (Y), artinya apabila promosi mengalami kenaikan maka keputusan pembelian juga akan mengalami kenaikan.
4.6              Uji Kualitas Data
Untuk mengawali proses penelitian dimana setelah kuesioner di kumpulkan dan di susun berdasarkan tabulasi maka perlu dilakukan uji pendahuluan atau pengujian instrumen, hal ini dipandang penting dimana bila item yang disusun dinyatakan tidak valid maka instrumen tersebut dibatalkan atau dikeluarkan dalam proses penelitian selanjutnya. Pengujian pendahuluan terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap awal di lakukan pengujian validitas dan kedua uji reliabilitas dan ketiga uji normalitas data dengan susunan sebagai berikut :
a.             Uji Validitas
Uji validitas dalam penelitian digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Jadi, semakin tinggi validitas suatu alat ukur, semakin tepat alat ukur tersebut mengenai sasaran. Sedangkan suatu indikator dikatakan valid, apabila dengan n = 40 dan α = 0,05, diperoleh r tabel = 0,339 memenuhi ketentuan menurut Arikunto (2006:184) yaitu jika hasil r hitung > r tabel maka dapat dikatakan valid.


1)      Promosi (X)
Tabel 4.7
Validitas Variabel Promosi (X)
Korelasi Antara
Nilai
Probabilitas


Korelasi
sig. (2-tailed)
Kesimpulan

 (Pearson Corellation)


Item X ke 1 Dengan Total
0,610
0
Valid
Item X ke 2 Dengan Total
0,516
0,001
Valid
Item X ke 3 Dengan Total
0,610
0
Valid
Item X ke 4 Dengan Total
0,516
0.001
Valid
Item X ke 5 Dengan Total
0,789
0
Valid
Item X ke 6 Dengan Total
0,674
0
Valid
Item X ke 7 Dengan Total
0,789
0
Valid
Item X ke 8 Dengan Total
0,674
0
Valid
Sumber : Pengolahan Data Dengan Program SPSS 20.0
         
Hasil analisis validitas variabel biaya promosi (X) yang valid karena r hitung > 0,339.  Hal ini menunjukan bahwa 8 pertanyaan untuk variabel biaya promosi (X) dinyatakan valid.
2)    Keputusan pembelian  (Y)
Tabel 4.8
Validitas Variabel Keputusan Pembelian (Y)
Korelasi Antara
Nilai
Probabilitas


Korelasi
sig. (2-tailed)
Kesimpulan

 (Pearson Corellation)


Item Y ke 1 Dengan Total
0,592
0
Valid
Item Y ke 2 Dengan Total
0,844
0
Valid
Item Y ke 3 Dengan Total
0,666
0
Valid
Item Y ke 4 Dengan Total
0,843
0
Valid
Item Y ke 5 Dengan Total
0,633
0
Valid
Item Y ke 6 Dengan Total
0,805
0
Valid
Item Y ke 7 Dengan Total
0,805
0
Valid
Item Y ke 8 Dengan Total
0,686
0
Valid
Sumber : Pengolahan Data Dengan Program SPSS 20 .0

Hasil analisis validitas variabel keputusan pembelian (Y) , hasilnya menunjukkan bahwa 8 pertanyaan untuk variabel volume penjualan (Y) dinyatakan valid.
b.             Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen atau indikator yang digunakan dapat dipercaya atau handal sebagai alat ukur variabel, apabila nilai cronbach’s alpha (α) suatu variabel lebih atau sama dengan 0,60 maka indikator yang digunakan oleh variabel tersebut reliabel, sedangkan nilai cronbach’s alpha (α) suatu variabel < 0,60 maka indikator yang digunakan oleh variabel tersebut tidak reliabel. Hasil uji reliabilitas adalah sebagai berikut:
1)      Biaya Promosi (X)
Tabel 4.9
Hasil Uji Reliabilitas Promosi (X)

Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
,802
,803
8
                                  Sumber : Pengolahan Data Dengan Program SPSS 20.0
Analisis dalam tabel diatas menunjukan bahwa nilai cronbach’s alpha adalah 0,802 untuk masing-masing variabel lebih besar dari 0.60. Hal ini berarti bahwa biaya promosi (x) yang telah diuji adalah benar-benar realiabel atau handal untuk dipergunakan dalam penelitian.
2)      keputusan pembelian (Y)
Tabel 4.10
Hasil Uji Reliabilitas Volume Penjualan (Y)
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
,879
,882
8
Analisis dalam tabel diatas menunjukan bahwa nilai cronbach’s alpha adalah 0,879 untuk masing-masing variabel lebih besar dari 0.60. Hal ini berarti bahwa keputusan pembelian (y) yang telah diuji adalah benar-benar realiabel atau handal untuk dipergunakan dalam penelitian.



4.7              Analisa Korelasi Antar Variabel
a.             Korelasi Sederhana
Tabel 4.11
Deskripsi Data Penelitian Dengan Menggunakan SPSS
Untuk Correlations
Correlations

KEPUTUSAN PEMBELIAN
PROMOSI
Pearson Correlation
KEPUTUSAN PEMBELIAN
1,000
,729
PROMOSI
,729
1,000
Sig. (1-tailed)
KEPUTUSAN PEMBELIAN
.
,000
PROMOSI
,000
.
N
KEPUTUSAN PEMBELIAN
40
40
PROMOSI
40
40
          Sumber :   Hasil Olahan Data Dengan Menggunakan Program SPSS 20.0
Nilai koefisien korelasi antara biaya promosi (X) dengan volume penjualan (Y) adalah sebesar 0.729. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan searah antara biaya promosi (X) dengan volume penjualan (Y).
b.             Koefisien Determinasi
Tabel 4.12
koefisien determinasi
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
,729a
,531
,518
3,726
1,929
a. Predictors: (Constant), PROMOSI
b. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN

 Pada tabel diatas, nilai R square sebesar 0,531 (53,14%) dikatakan baik karena diatas 0,5 ( Rsquare berkisar 0-1).  Hal ini berarti bahwa  naik turunnya volume penjualan (Y) disebabkan oleh biaya promosi (X) sebesar 53,14 %  sedangkan (100 % - 53,14 % = 46,86  %)  lainnya disebabkan oleh faktor – faktor lain.
4.8.   Analisis Regresi
a.             Regresi sederhana
Tabel 4.13
Hasil Perhitungan regresi sederhana (XY)

ANOVAa
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
596,531
1
596,531
42,977
,000b
Residual
527,444
38
13,880


Total
1123,975
39



a. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN
b. Predictors: (Constant), PROMOSI

Sumber : Pengolahan Data Dengan Program SPSS 20.0
            Dari uji Anova atau Ftest didapat Fhitung adalah 42,977 dengan tingkat signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05 maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi volume penjualan (Y) dan biaya promosi (X)


Tabel 4.14
Hasil Perhitungan regresi sederhana (XY)

Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
Collinearity Statistics
B
Std. Error
Beta
Tolerance
VIF
1
(Constant)
3,982
3,752

1,061
,295


PROMOSI
,844
,129
,729
6,556
,000
1,000
1,000
a. Dependent Variable: KEPUTUSAN PEMBELIAN
Sumber : Pengolahan Data Dengan Program SPSS 20.0
Dari tabel diatas maka persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
y = 3,982 + 0,844 x + €
Dengan  nilai konstanta 3,982 apabila variabel biaya promosi (x) berubah maka keputusan (y) akan berubah. Apabila biaya promosi (x) meningkat, maka nilai keputusan pembelian (y) juga meningkat sebesar 0,844. Sebaliknya jika biaya promosi (x) menurun, maka nilai keputusan pembelian (y) menurun sebesar 0,844.
b.             Uji Hipotesis
Pengujian hubungan antara biaya promosi (x), terhadap keputusan pembelian (y):
H0 : tidak terdapat hubungan antara biaya promosi (x) terhadap keputusan pembelian (Y)
Ha : terdapat hubungan antara biaya promosi (x) terhadap keputusan pembelian (Y)
Dari tabel 4.14 diatas terlihat bahwa Koefisien regresi volume penjualan memiliki t hitung sebesar 6,556  memiliki probabilitas (sig.) 0.000, karena t hitung lebih besar dari nilai tabel yang digunakan dalam penelitian atau 6,556 > 2,042 sehingga tolak hipotesis nol (H0) atau menerima hipotesis alternatif (Ha). Dengan itu dapat diambil kesimpulan bahwa biaya promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap volume penjualan.

BAB V
PENUTUP

5.1              Kesimpulan     

Dari data dan hasil analisis yang diperoleh dari penelitian ini,maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut :
1.             Hasil statistik deskriptif yang diperoleh dari penelitian ini berdasarkan kategori jenis kelamin laki-laki dan perempuan masing-masing sebesar 50%, berdasarkan kategori usia 17-23 tahun sebesar 32,5%, berdasarkan status pernikahan sebesar 23% yang menikah, berdasarkan tingkat pendidikan 37,5% pendidikan terakhir SMU, dan berdasarkan pekerjaan sebesar 37,5% untuk pekerjaan sebagai staff dan lainnya.
2.              Hasil uji validitas dan reabilitas atas semua variabel dalam penelitian ini telah valid dan reliabel.
3.              Uji korelasi Y-X, yaitu untuk mengetahui pengaruh  promosi (x) terhadap keputusan pembelian (Y) dengan membandingkan  t hitung sebesar 6,556  dengan nilai t tabel  yaitu sebesar 2,042 menunjukan bahwa t hitung lebih besar dari t tabel sehingga tolak hipotesis nol (H0) atau menerima hipotesis alternatif (Ha).
Dengan itu dapat diambil kesimpulan Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara promosi terhadap keputusan pembelian.

5.2              Keterbatasan Penelitian

Adapun keterbatasan penelitian dalam penyusunan skripsi ini adalah

1.             Data yang digunakan hanya terbatas pada data promosi dan keputusan pembelian CV. Anugerah Garment saja sehingga hasil analisis tidak dapat digeneralisasikan pada perusahaan lain.
2.             Data yang diteliti hanya dibatasi pada data promosi (X) saja sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian (Y) tidak hanya terbatas pada promosi (X).
5.3              Saran – Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan,maka penulis mencoba memberikan beberapa saran yang mungkin bermanfaat bagi perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usahanya dimasa yang akan datang, yaitu:
1.             Diharapkan penelitian berikutnya menambah variabel lain diluar penulis lakukan.
2.             Diharapkan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi bagi penelitian berikutnya
3.             Kuesioner penelitian sebaiknya diberikan langsung kepada pelanggan dan tidak dititipkan melalui teman atau kurir agar yang bersangkutan menyakini bahwa kuesioner telah diisi sesuai dengan fakta yang terjadi dilapangan.





 
Support : GosipHot.com | iniTrik.com
Copyright © 2011. CAMPURTAPIMISAH - All Rights Reserved
Template Created by sBisnis.com Published by iniCtm.com
Proudly powered by Blogger